BNI Terapkan Strategi Kredit untuk UMKM Berbasis Ekspor

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

15/3/2019, 07.35 WIB

BNI mendorong peningkatan ekspor dengan memberikan pembiayaan kepada pelaku UMKM yang berbasis ekspor melalui KUR.

BNI KATADATA|Arief Kamaludin
BNI KATADATA|Arief Kamaludin
BNI dukung peningkatan ekspor dengan menyalurkan KUR kepada pelaku UMKM yang berbasis ekspor.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) memiliki strategi untuk mendorong peningkatan ekspor Indonesia dengan memberikan dukungan kepada pelaku usaha asal Indonesia yang berbasis ekspor, terutama kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan, dalam upaya mengejar pertumbuhan transaksi ekspor, selain tetap meningkatkan layanan perdagangan kepada nasabah korporasi, BNI fokus mengembangkan pasar UMKM berbasis ekspor dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"BNI melihat bahwa UMKM merupakan bagian strategis dalam peningkatan kesejahteraan  rakyat," ujar Rico melalui siaran resmi BNI yang diterima Katadata.co.id, Kamis (14/3).

Tidak hanya memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha sebagai eksportir, BNI juga memberikan pembiayaan bagi importir yang membeli produk yang dijual eksportir asal Indonesia. Skema ini membantu terealisasinya transaksi perdagangan antar pengusaha asal Indonesia dengan importir yang ada di negara tujuan ekspornya.

(Baca: BNI Bidik 1.500 Nasabah PNM untuk Salurkan KUR)

Sementara, Pemimpin Divisi Internasional BNI Eko Setyo Nugroho menyampaikan, BNI juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada nasabah eksportir dan importir. Selain itu, BNI juga memberikan harga yang kompetitif dan layanan transaksi ekspor-impor yang cepat dan efisien.

Ada pun, BNI memanfaatkan Kantor Cabangnya di luar negeri sebagai sumber penyedia sumber dana murah yang akan digunakan untuk pembiayaan nasabah importir dan eksportir di dalam negeri.

Skema hubungan antara eksportir dengan importir ini, salah satu contohnya, diterapkan pada perdagangan makanan laut atau seafood yang diproduksi oleh penerima KUR asal Bulukumba, Sulawesi Selatan bernama Abdul Rozak. Abdul Rozak yang juga merupakan petani tambang, mengekspor udang hasil budidaya di Bulukumba melalui PT Multi Monodon Group yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

PT Multi Monodon Group inilah yang kemudian menampung produk-produk seafood dari berbagai petani tambak seperti Abdul Rozak. Kemudian, PT Multi Monodon Group mengekspor produk seafood itu ke pembeli yang berada di beberapa negara seperti Singapura, Hong Kong, Jepang, China dan beberapa negara lainnya.

(Baca: BNI Siapkan Rp 3-4 Triliun untuk Akusisi Bank dan Asuransi Tahun Ini)

Salah satu pembeli produk makanan laut dari Multi Monodon Group tersebut adalah Wealthy Garden Holdings yang berada di Hong Kong. Dalam melakukan impor produk seafood Multi Monodon Group, Wealthy Garden Holdings mendapatkan fasilitas impor dari BNI Cabang Hong Kong.

Multi Monodon Group sebagai perusahaan eksportir seafood menjadi salah satu debitur sentra kredit menengah (SKM) BNI di wilayah Makassar. Perusahaan ini telah menjadi debitur BNI dari tahun 2005 dan mengekspor produknya ke Singapura, Hong Kong, Jepang, Tiongkok dan beberapa negara lainnya.

Selain itu, mereka telah memulai usahanya dari tahun 1997 merupakan perusahaan eksportir Frozen Seafood seperti ikan dan udang yang membeli bahan baku dari petambak dan nelayan untuk menghasilkan produk ekspor yang berkualitas.

(Baca: 2019, Penyaluran KUR Peternakan dan Pertanian Ditargetkan Rp 28 T)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha