Prabowo Sebut Buruh Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Bangsa

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Desy Setyowati

1/5/2019, 14.57 WIB

Menurut Prabowo, buruh turut andil dalam memproduksi produk yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Prabowo saat menghadiri peringatan hari buruh di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5).
Katadata/Ihya Ulum Aldin
Prabowo saat menghadiri peringatan hari buruh di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5).

Calon Presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan, buruh merupakan tulang punggung ekonomi bangsa. Sebab, buruh turut andil dalam memproduksi produk yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Prabowo menyampaikan hal tersebut di hadapan ribuan pekerja yang memperingati Hari Buruh Internasional di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5). Menurut Prabowo, buruh, petani, dan nelayan berjasa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Oleh sebab itu, menurutnya buruh pantas disebut tulang punggung ekonomi bangsa. "Kalian (buruh) mengeluarkan tenaga, keringat, dan energi untuk menghidupi keluarga setiap hari. Karena itu, kau pantas disebut tulang punggung bangsa indonesia," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/5).

(Baca: Padati Area GBK, Ribuan Buruh Serukan Tujuh Tuntutan)

Prabowo optimistis, buruh di Indonesia berpeluang memperoleh pendapatan yang lebih baik. Hanya saja, dia berpesan agar buruh tidak berbuat curang hanya untuk menjadi kaya. "Kalau kaya hasil kerja, keringat, dan otak sendiri, tidak salah menjadi kaya," katanya.

Ketua umum Partai Gerindra ini menyampaikan orasinya pada pukul 12.30 WIB di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Prabowo didampingi oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fadli Zon dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

(Baca: Serikat Buruh Akan Tarik Dukungan dari Prabowo Setelah 22 Mei)

Berdasarkan data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), ada sekitar 50 ribu buruh yang hadir dalam acara ini. Aksi ini menuntut beberapa hal, seperti menolak upah murah, menghapus outsourcing, meningkatkan manfaat jaminan kesehatan dan pensiun, menurunkan tarif dasar listrik dan harga sembako, serta mendorong peningkatan pendapatan guru honorer dan pengemudi ojek online.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi yang dikenal dengan May Day kali ini menolak upah murah, dengan mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015. "Naikkan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item," katanya.

Selain itu, buruh menuntut adanya demokrasi yang jujur, adil, dan damai dalam penetapan Presiden RI 2019-2024 terkait pemilihan umum (pemilu). Buruh juga akan mengawal perhitungan surat suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

(Baca: Jokowi dan Pimpinan Serikat Buruh Sepakat Revisi PP Pengupahan)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan