PP Properti Akan Jual Obligasi Rp 534 M, Mayoritas untuk Bayar Utang

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Sorta Tobing

3/7/2019, 18.19 WIB

PP Properti akan menerbitkan obligasi tahap ketiga sebesar Rp 534,5 triliun. Tingkat bunganya tetap 11% per tahun.

pp properti terbitkan obligasi
Agung Samosir|KATADATA
Ilustrasi. PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 534,5 miliar.

PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 534,5 miliar. Surat utang bernama Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III Tahun 2019 ini merupakan bagian dari Obligasi atau Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I PP Properti.

Target dana yang akan diraih perusahaan dari rangkaian penerbitan obligasi tersebut mencapai Rp 2 triliun. Dalam keterbukaan informasi pada hari ini, Rabu (3/7),perusahaan menjelaskan surat utang itu akan memiliki tingkat bunga tetap sebesar 11% per tahun. Tenornya tiga tahun. Pembayaran bunganya akan dibayarkan setiap tiga bulan mulai 19 Oktober 2019. 

Perkiraan masa penawaran umumnya akan dilakukan pada 15-16 Juli 2019. Perkiraan tanggal penjatahan pada 17 Juli nanti. Tanggal pengembalian dana (refund) dan perkiraan distribusi obligasi secara elektornik pada 19 Juli 2019. Sementara, perkiraan tanggal pencatat pada Bursa Efek Indonesia dilakukan pada 22 Juli 2019.

Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, PPRO bekerja sama dengan Trimegah Sekuritas Indonesia, Ciptadana Sekuritas Asia, Indo Premier Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

(Baca: PTPP Cetak Laba Kuartal I Rp 238 Miliar, Naik Nyaris 17%)

Sebelumnya, PP Properti telah menerbitkan PUB Tahap I Tahun 2018 dengan jumlah pokok sebesar Rp 665,5 miliar. Lalu PUB Tahap II yang dilaksanakan pada 2019 lalu senilai Rp 800 miliar. Dengan penerbitan PUB Tahap III, PP Properti telah rampung menerbitkan rangkaian obligasi berkelanjutan ini.

Dari total PUB sebesar Rp 2 triliun, penggunaan dana hasil penawaran umum sekitar 56,27% untuk pembayaran pokok utang (refinancing). Lalu, 21% akan digunakan untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha di bidang properti di Pulau Jawa, melalui perseroan maupun anak usaha. Sisanya, 22,73% digunakan untuk modal kerja.

(Baca: PP Properti Siap Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap II Rp 800 M )

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha