BI hingga Asosiasi Tanggapi Beragam Kolaborasi LinkAja dan Gojek

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

9/7/2019, 19.12 WIB

Ekonom menilai, persaingan antara LinkAja dan Go-Pay di aplikasi Gojek akan bergantung pada besar kecilnya promo.

BI hingga Aftech tanggapi beragam kolaborasi LinkAja dan Gojek
Katadata/Desy Setyowati
Ilustrasi, salah satu merek minuman menyediakan layanan pembayaran mulai dari Go-Pay, OVO, DANA hingga LinkAja. BI hingga Aftech tanggapi beragam kolaborasi LinkAja dan Gojek.

Perusahaan teknologi finansial (fintech) PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja resmi bekerja dengan Gojek. Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menilai, kolaborasi seperti ini akan menjadi tren di Indonesia.

Asisten Direktur Fintech Office BI Yosamartha mengatakan, instansinya mendukung kolaborasi LinkAja dan Gojek sepanjang sesuai aturan. “Konsumen LinkAja maupun Gojek akan lebih mudah (dalam bertransaksi)," kata dia di Jakarta, Selasa (9/7).

Ketua Umum Aftech Niki Luhur menambahkan, kerja sama antara fintech besutan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Gojek tersebut merupakan contoh dari interoperabilitas. Skema seperti ini menurutnya penting untuk diterapkan di Indonesia.

Alasannya, interoperabilitas akan membuat biaya transaksi menjadi lebih efisien. “Kami sangat mendukung pemerintah agar lebih proaktif untuk mengatur hal-hal tentang infrastruktur fintech supaya mereka bisa berjalan se-netral mungkin," kata dia.

(Baca: LinkAja Segera Masuk Aplikasi Gojek)

Selain itu, menurutnya kolaborasi antarpemain fintech baik di bidang pembayaran maupun pinjaman (lending) akan menciptakan layanan yang lebih baik. “Kolaborasi ini memberikan kekuatan kepada pengguna untuk mau memilih atau mengganti layanan dompet elektronik yang mana saja, sesuai yang mereka inginkan," katanya. 

Dengan begitu, pelaku usaha akan dituntut untuk meningkatkan layanannya supaya dipilih konsumen. Dia berharap, pasar tidak lagi bergantung pada besar tidaknya promo. “Jangan sampai, karena itu (dana yang banyak), dia yang menang. Kami ingin ekosistem fintech berkembang lebih sehat,” katanya.

(Baca: Potensi LinkAja Menggoyang Dominasi Dompet Digital Go-Pay dan OVO)

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, kerja sama LinkAja dan Gojek tak akan langsung berdampak pada pangsa pasar Go-Pay. Meskipun, ia mengakui kolaborasi seperti ini bisa meningkatkan jumlah pengguna LinkAja.

Persaingan antara LinkAja dan Go-Pay di aplikasi Gojek akan bergantung pada besar kecilnya penawaran. “Selama LinkAja tidak memberikan promo lebih dari Go-Pay, akan susah merebut pasar,” kata dia.

Survei Alvara Research Center menunjukkan, 67,9% dari total 340 responden menggunakan Go-Pay. Faktor pendorongnya adalah karena Go-Pay termasuk dalam ekosistem Gojek, ada banyak promo, dan aman. Hanya, 0,3% yang menggunakan LinkAja.

Penelitian tersebut dilakukan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado dilakukan selama 3-20 April 2019. Survei dilakukan secara tatap muka. Tingkat kesalahan survei ini 2,89%.

Responden dipilih secara acak berdasarkan kategori (cluster random sampling). Usia responden beragam, mulai dari 17 tahun hingga 39 tahun. Pekerjaan responden juga bervariasi seperti karyawan, ibu rumah tangga, wiraswasta, mahasiswa, dan pelajar.

(Baca: LinkAja Buka Peluang Kolaborasi dengan Pemain Besar Fintech Pembayaran)

Reporter: Cindy Mutia Annur dan Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha