Menko Luhut Dukung Grab Sediakan Layanan di Tujuh Bandara Sumatera

Penulis: Michael Reily

Editor: Desy Setyowati

11/7/2019, 18.06 WIB

Luhut meminta Grab untuk memperhatikan pendapatan mitra, serta keamanan dan kenyamanan konsumen.

Grab, Luhut Binsar Pandjaitan, bandara di Sumatera
ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kedua kiri) menyerahkan plakat kepada Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan) disaksikan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT Angkasa Pura II (Persero) Ituk Herarindri (kiri) dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kanan) disela peluncuran "GrabCar Airport" di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (11/7/2019).

Perusahaan penyedia layanan on-demand  Grab meluncurkan layanan GrabCar Airport di tujuh bandara di Sumatera. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mendukung langkah tersebut, karena dinilai bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke pulau tersebut.

Ia optimistis, langkah Grab tersebut bisa mendukung sektor pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera. "Saya kira ini akan memberikan dampak yang bagus. Di Danau Toba misalnya, yang awalnya kami masih pusing memikirkan masalah angkutan, dengan adanya Grab dapat menjawab masalah," katanya dalam siaran pers, Kamis (11/7).

Tujuh bandara di Sumatera yang menyediakan layanan GrabCar Airport adalah Kualanamu Medan, Silangit Tapanuli Utara, Sultan Badaruddin II Palembang, Radin Inten II Bandar Lampung, Minangkabau Padang, Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dan Silampari Lubuklinggau.

(Baca: Grab Sediakan Taksi Online di Bandara Husein Sastranegara Bandung)

Meski begitu, Luhut meminta agar decacorn asal Singapura tersebut memperhatikan pendapatan mitra, serta keamanan dan kenyamanan konsumen. “Maka, para pengunjung dapat pelayanan transportasi lokal yang aman, nyaman, andal dan terjangkau,” katanya. Decacorn merupakan sebutan bagi startup bervaluasi lebih dari US$ 10 miliar.

Ia juga berharap Grab memperluas layanan GrabCar Airport ke wilayah lain, utamanya di kawasan super-prioritas. Selain Danau Toba, tiga lokasi super-prioritas adalah Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. "Kami harapkan dalam enam bulan ke depan, semua akan lebih baik. Semoga Grab bisa terus mengembangkan layanannya di seluruh bandara se-Indonesia,” kata dia.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menambahkan, integrasi transportasi merupakan unsur penting dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang merata. Karena itu, ia mendukung kehadiran Grab di provinsinya. “Para pengunjung yang tiba di bandara dapat dengan mudah melanjutkan perjalanannya hanya dengan mengakses aplikasi Grab,” katanya.

(Baca: Grab dan Garuda Satukan Program Loyalitas Pelanggan)

Untuk bisa menyediakan layanan GrabCar Airport, perusahaan asal Singapura itu menggandeng PT. Angkasa Pura II. “Kami percaya bahwa kemudahan akses transportasi online di tujuh Bandar Udara Internasional di Sumatera dapat menjadi nilai tambah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengunjung,” kata Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo mengatakan, Kementerian Pariwisata berharap target kunjungan satu juta wisatawan ke Danau Toba hingga 2023 bisa terwujud, dengan adanya layanan ini. Langkah ini, menurutnya juga akan mendukung target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun ini.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata berharap, layanannya ini bisa mendorong ekonomi lokal, termasuk mitra pengemudinya. Dia menyebutkan, layanan GrabCar Airport sudah hadir di 14 bandara di Indonesia.

Selain ketujuh bandara di Sumatera, layanan tersebut tersedia di bandar udara internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdana Kusuma Jakarta, Husein Sastranegara Bandung, dan Adi Soemarmo Solo. Lalu, Grab hadir juga di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Sultan Hasanuddin Makassar, Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan Kertajati Majalengka.

(Baca: Siasat Grab Jemput Penumpang Libatkan Pengelola Bandara hingga Samsung)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan