Tunggu Kepastian Cukai, Harga Rokok Diprediksi Tak Akan Naik

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Pingit Aria

17/7/2019, 13.16 WIB

Kondisi ini mungkin akan bertahan hingga beberapa bulan ke depan.

Rokok
Donang Wahyu|KATADATA
Rokok

PT Bahana Sekuritas memprediksi, produsen belum akan menaikan harga rokok hingga beberapa bulan ke depan. Sebab, mereka tengah menanti ketentuan pemerintah terkait dengan cukai rokok tahun depan, yang biasanya diputuskan pada triwulan IV tahun berjalan.

Sebelumnya, pemerintah tidak menaikan cukai rokok untuk tahun ini. Hal tersebut diputuskan oleh Presiden Joko WIdodo pada awal November 2018 lalu. Namun, nyatanya produsen rokok besar tetap menaikan harga jual rokok sekitar Juni 2019, usai lebaran.

Dua pemain besar di industri tembakau, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sudah beberapa kali menaikkan harga di tingkat konsumen. Kisaran kenaikan harga yang dilakukan Gudang Garam sekitar 1,5% - 3,6%, sedangkan Sampoerna menaikkan harga pada kisaran 1,3% - 2,1%.

Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin mengatakan, pada triwulan pertama tahun ini produsen rokok melihat volume penjualan rokok cukup baik. Namun, perusahaan-perusahaan memanfaatkan momentum tersebut untuk menumbuhkan margin.

(Baca: IHSG Diprediksi Bergerak Bervariasi, Ini Beberapa Pilihan Sahamnya)

"Dengan tidak adanya kenaikan cukai rokok untuk tahun ini, produsen memanfaatkannya untuk menumbuhkan margin dengan tetap menaikkan harga untuk beberapa produk rokok," kata Giovanni melalui siaran resmi, Rabu (17/7).

Giovanni mengatakan, saat ini pasar tengah berspekulasi, bila pemerintah akan menaikkan tarif cukai rokok yang lebih besar dari biasanya untuk 2020. Bahana memperkirakan, kenaikan cukai rokok pada tahun depan masih akan berada pada kisaran 10% - 11%.

Prediksi tersebut telah mempertimbangkan pemerintah yang berkeinginan menutup defisit anggaran BPJS kesehatan dari penerimaan cukai rokok. Pasalnya, bila pemerintah menaikkan cukai rokok secara signifikan, kenaikan tersebut akan menambah beban industri. Efeknya, bisa membuat ketidakstabilan pada industri rokok.

Giovanni menambahkan, pemerintah kelihatannya cenderung untuk mengutamakan stabilitas di dalam negeri karena ada tekanan dari pasar global yang bisa berdampak pada perekonomian domestik.

(Baca: Perusahaan Rokok dan Kayu Masuk Bursa Saham, Raih Dana Rp 82,8 Miliar)

Bahana pun merekomendasikan beli untuk saham Sampoerna (HMSP) dengan target harga Rp 4.150 per saham. Jelang penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, saham HMSP berada di level Rp 3.070 per saham. Namun, sejak awal tahun hingga hari ini (year to date) saham HMSP terkoreksi 16,98%.

Sementara, Bahana merekomendasikan tahan untuk saham Gudang Garam (GGRM) dengan target harga Rp 82.500 per saham. Saham GGRM sendiri, jelang penutupan sesi pertama perdagangan hari ini berada di level Rp 76.725 per saham. Saham GGRM sendiri secara year to date turun 8,25%.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha