Lewat Kreatifood, Bekraf Dorong Pertumbuhan Industri Kuliner

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

18/7/2019, 10.17 WIB

Pameran ini menghubungkan produsen dan distributor kuliner, termasuk untuk menjajaki potensi ekspor.

Nasi pecel dan rawon
ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA
Nasi pecel dan rawon

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Kreatifood Expo yang menghadirkan 144 pelaku kreatif sektor kuliner. Pameran kuliner ini adalah tempat pemasaran sekaligus menghubungkan pelaku usaha kuliner kepada kanal distribusi.

"Khususnya hal pemasaran baik dalam maupun luar negeri," kata Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi Pemasaran Bekraf Yuana Rochma Astuti dalam siaran resmi, dikutip Kamis (18/7).

Bekraf juga meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi dengan lokakarya tentang investasi, kesiapan ekspor, serta pengembangan kapasitas produksi. Pameran juga menambahkan peluang investasi baru untuk modal non-perbankan.

Yuana menjelaskan, Bekraf menginisiasi Kreatifood sejak 2016. Tahun ini, sosialisasi di 10 kota besar menghasilkan 144 pelaku usaha yang pameran di Surabaya, akhir pekan lalu. Kategori pameran terbagi dalam zona ready to eat, ready to drink, food service, dan food ingredients.

(Baca: Pemerintah Gelar Lomba Gapura, Hadiah Rp 1 Miliar dan Ketemu Jokowi)

Sejalan dengan program Food Startup Indonesia, pameran yang digelar pada 12-14 Juli 2019 di Surabaya ini membukukan transaksi lebih dari Rp 1 miliar. "Semga subsektor kuliner menyumbang pertumbuhan ekonomi kreatif terbesar, selain itu sebagai wujud intervensi pemerintah," ujar Yuana.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi subsektor kuliner terhadap Produk Dometik Bruto (PDB) ekonomi kreatif merupakan yang tertinggi pada 2016, mencapai 41,4%. Tahun itu, nilai ekspor kuliner juga sebesar US$ 1,206 miliar, mengalami peningkatan sebesar 6,92% dari 1,179.

Pemilik usaha kuliner Momchips Hari Astuti mengungkapkan Kreatifood membantu pengembangan usaha serta mendapatkan distribustor besar untuk pemasaran produk. Produk Momchips adalah keripik yang memiliki kadar minyak rendah terbuat dari bahan baku sayuran dan buah.

Tuti yang berasal dari Malang mengaku permintaan produk Momchips sudah sampai pasar Eropa. "Kreatifood itu sangat bagus sekali," katanya.

(Baca: Aturan Meluncur, Sektor Kreatif Dibidik Jadi Penggerak Utama Ekonomi)

Selain Momchips, dia juga memiliki produk keripik bernama Pik Keripik yang bekerja sama dengan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep. Pik Keripik adalah produk keripik yang memiliki 4 varian rasa yaitu rasa coklat, balado, mie goreng, dan vanilla.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN