Perang Dagang Makin Panas, IHSG Turun 0,41% di Sesi Pertama Hari Ini

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Febrina Ratna Iskana

2/9/2019, 12.58 WIB

IHSG ditutup di level 6.302,74 pada sesi pertama perdagangan Senin (2/9). Padahal, IHSG dibuka menguat 0,15% menjadi 6.338,11.

IHSG, Bursa, Perang Dagang
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, seorang pekerja melintas di layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Pusat (08/08). Perang dagang makin panas, IHSG turun di sesi pertama perdagangan pada Senin (2/9).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,41% menjadi 6.302,74 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (2/9). Padahal, IHSG dibuka menguat hingga sempat naik 0,15% ke level 6.338,11.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, laju koreksi IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini dipengaruhi perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok yang memasuki babak baru.

"Sejauh ini kalau melihat perang dagang, memang memiliki implikasi paling penting. Selain itu, kedua negara tersebut pada akhirnya mengenakkan tarif per 1 September kemarin," kata Nico kepada Katadata.co.id, Senin (2/9).

(Baca: Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Rupiah Menguat 0,08%)

Pemerintah AS mulai kemarin resmi menerapkan tarif baru sebesar 15% terhadap produk asal Tiongkok senilai US$ 125 miliar. Kenaikan tarif ini membuat tensi perang dagang AS-Tiongkok kian panas. Presiden AS Donald Trump telah mengincar impor Tiongkok ke AS senilai US$ 300 miliar untuk dikenakan tarif sebesar 15%.

Di sisi lain, sentimen dari Argentina kembali membuat gejolak. Menteri Keuangan Argentina Hernan Lacunza mengumumkan rencana perpanjangan jangka waktu obligasi pemerintah. Lacunza menggambarkan perubahan jatuh tempo surat utang ini sebagai reprofiling utang.

Dampak terbesar, S&P mengumumkan telah memangkas peringkat utang Argentina 3 notch ke tingkat peringkat junk bond menjadi CCC-. "Hal ini menambah tekanan Argentina yang berdampak terhadap negara emerging market lainnya," kata Nico.

Ada pun, indeks Asia lainnya hingga pukul 12.16 WIB ditutup rata-rata dalam kondisi tertekan. Seperti Nikkei 225 Index yang turun 0,33%, Hang Seng Index turun 0,49%, termasuk Strait Times Index turun 0,8%. Namun, Shanghai Composite Index tercatat naik hingga 1,16%.  

(Baca: Perang Dagang, Rangkaian Saling Balas Tarif AS vs Tiongkok)

Data Perdagangan Sesi Pertama

Pada perdagangan sesi pertama ini, tercatat volume perdagangan sebanyak 10,58 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 3,85 triliun, dan dengan frekuensi sebanyak 370.743 kali. Tercatat ada 138 saham yang menghijau, 228 saham terkoreksi, dan 142 saham stagnan.

Tercatat investor asing melakukan aksi jual bersih pada perdagangan sesi pertama senilai Rp 60,09 miliar. Saham Gudang Garam Tbk (GGRM) tercatat menjadi saham yang dilepas asing paling besar dengan nilai jual bersih Rp 38,5 miliar. Diikuti oleh Bank Central Asia (BBCA) yang nilai jual bersihnya sebesar Rp 31,0 miliar.

(Baca: Harga Minyak Jatuh Pasca AS Berlakukan Tarif Dagang ke Tiongkok)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan