Memasuki kuartal kedua 2026, investor dinilai perlu melakukan penyesuaian portofolio saham setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan beruntun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup merosot 0,53% ke 7.053 pada perdagangan saham sesi pertama hari ini, Selasa (31/3). Apabila melihat performanya, IHSG sudah merosot 14,82% dalam sebulan
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka menghijau pada perdagangan hari ini, Selasa (31/3), berlawanan arah dengan mayoritas bursa saham kawasan Asia Pasifik justru anjlok.
IHSG diprediksi bergerak konsolidasi dengan analis memberikan rekomendasi saham seperti BBNI, BUMI, dan DEWA sambil mengawasi level support dan resistance kunci.
IHSG diprediksi mengalami koreksi dengan target support 7.105-7.140, sementara analis merekomendasikan saham ICBP, INDF, dan ANTM untuk diperhatikan investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,75% ke level 7.302,12 pada penutupan perdagangan Rabu (25/3). Kenaikan ditopang aksi beli investor asing dan penguatan saham-saham berkapitalisasi besar.