Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 0,24% atau 17,77 poin ke Rp 7.541 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (22/4). Saham emiten perbankan ramai diborong hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 0,20% atau 15,02 poin ke 7.544 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (22/4). Sejak awal tahun, indeks tercatat merosot 12,75%.
IHSG dinilai masih berpotensi melanjutkan koreksi, dengan area terdekat diperkirakan menguji kisaran 7.245 hingga 7.447, sekaligus menutup sejumlah gap yang masih tersisa.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 0,59% atau 44,70 poin ke Rp 7.549 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (21/4). Sejak awal tahun, indeks telah turun 12,69%.
Sentimen global yang kuat seperti konflik di Timur Tengah dinilai masih menjadi penghalang utama bagi kembalinya arus modal asing secara struktural ke Tanah Air, meski tren IHSG mulai menguat.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 0,52% atau 39,89 poin ke level 7.594 pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (20/4). Saham sektor energi lesu hari ini.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 0,16% atau 12,43 poin ke level 7.621 pada perdagangan sesi pertama, Senin (20/4). Saham milik konglomerat Prajogo Pangestu ambruk hingga siang ini.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai posisi IHSG saat ini tengah bergerak pada bagian wave [iv] dari wave A (label hitam) atau alternatifnya wave B (label merah).
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/4). Kali ini, indeks terkoreksi tipis 0,03% ke level 7.621.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berbalik turun 0,36% ke 7.596 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (16/4). Padahal pada pembukaan IHSG sempat dibuka naik ke 7.705.