Menhub Klaim Tak Ada Masalah dalam Penerapan Tarif Baru Ojek Online

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ameidyo Daud

3/9/2019, 14.30 WIB

Menhub mengatakan lancarnya penerapan tarif baru ojek online lantaran kebijakan ini sudah dilakukan secara bertahap sejak Mei 2019.

Tarif Baru, Ojek Online, Menhub.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Sejumlah ojek online menunggu penumpang di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur. Menteri Perhubungan Budi Kaeya Sumadi mengklaim penerapan tarif baru ojek online tidak diliputi masalah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai tak ada kendala berarti dalam penerapan tarif baru ojek online secara nasional sejak Senin (2/9). Meskipun ada keluhan dari kebijakan baru tersebut, Budi menilai hal itu tidak signifikan.

Lancarnya penerapan tarif baru ojek online lantaran kebijakan ini sudah dilakukan secara bertahap sejak Mei 2019. Ketika itu, tarif baru sudah ditetapkan di 13 kota. “Jadi harusnya sih berjalan baik,” kata Budi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Jakarta, Selasa (3/9).

(Baca: Mulai Besok, Aturan Tarif Baru Ojek Online Diperluas ke 123 Kota)

Penerapan tarif baru ojek online pun diperluas lagi menjadi 45 kota pada Juli 2019. Pada September 2019, aturan ini berlaku di 123 kota. Menurut Budi, penerapan aturan ini merupakan permintaan dari para pengemudi ojek online. Meski demikian, pembuatan aturan ini berusaha juga melihat dari sisi aplikator dan pengguna ojek online.

“Sebelumnya kami lakukan di beberapa kota, tak ada masalah,” kata Budi.

Budi mengakui sempat ada kekhawatiran dari pihak aplikator bahwa aturan tarif baru ini akan mengurangi jumlah pengguna ojek online. Hanya saja, Budi menilai kekhawatiran mereka tidak terbukti ketika penerapan tahap pertama.

“Pada 50 kota pertama itu tidak ada suatu penurunan yang berarti,” ujarnya.

Meski demikian, Budi berjanji akan terus menerima masukan dari berbagai pihak terkait penerapan aturan tarif baru ojek online ini. Hal tersebut dilakukan agar aturan tarif baru ojek online menguntungkan semua pihak.

“Kami selalu berhati-hati mendengar semua pihak. kami mendengar para pengemudi dan para pengguna,” kata Budi.

(Baca: Pengemudi Ojek Online Sebut Tarif hingga Promo Penyebab Order Turun)

Aturan tarif baru ojek online ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 348 Tahun 2019. Rinciannya, zona satu terdiri dari Sumatera, Bali, serta Jawa selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Batas atas dan bawah tarif di wilayah ini berkisar Rp 1.850-Rp 2.300 per kilometer.

Lalu, zona dua di Jabodetabek, dengan besaran tarif  Rp 2.000-Rp 2.500 per kilometer. Zona tiga yakni Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua. Besaran tarif di zona tiga berkisar Rp 2.100-Rp 2.600 per kilometer.

Sedangkan biaya jasa minimal di zona satu dan tiga Rp 7 ribu-Rp 10 ribu. Lalu, di zona dua, tarif untuk perjalanan kurang dari empat kilometer sekitar Rp 8 ribu-Rp 10 ribu.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN