Dibuka Melemah, Rupiah Berpeluang Menguat Dipicu Harapan Perang Dagang

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Ekarina

11/9/2019, 10.06 WIB

Rupiah pada hari ini diperkirakan menguat di kisaran di Rp 14.000 - Rp 14.100 per dolar AS.

Petugas penukaran mata uang merapihkan uang yang hendak ditukar dengan mata uang asing di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta. Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah dipatok pada level Rp11.722 per dolar AS, melemah 0,14% dibandingkan
Donang Wahyu|KATADATA
Petugas penukaran mata uang merapihkan uang yang hendak ditukar dengan mata uang asing di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta. Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah dipatok pada level Rp11.722 per dolar AS, melemah 0,14% dibandingkan

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi  (11/9), dibuka melemah 0,03% ke level Rp 14.057 per dolar AS dibanding penutupan kemarin sore Rp 14.052 per dolar AS. Kendati demikian, mata uang garuda berpeluang menguat, seiring dengan harapan meredanya perang dagang akibat beberapa kesepakatan antara AS dan Tiongkok. 

Mengutip Bloomberg, pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS juga dialami mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang melemah 0,06% terhadap dolar AS, dolar Hongkong 0,02%, dolar Singapura 0,01%. Kemudian dolar Taiwan melemah 0,03%, peso Filipina 0,09%, yuan Tiongkok 0,08%, ringgit Malaysia 0,17% dan baht Thailand 0,04%. 

(Baca: Ekspektasi Kebijakan Global Kerek Rupiah ke Rp 14.030 per Dolar AS)

Hanya won Korea Selatan dan rupee India yang terlihat menguat tipis terhadap mata uang negara Paman Sam, masing-masing sebesar 0,05% dan 0,03%.

Namun demikian, analis memperkirakan masih ada ruang penguatan mata uang rupiah hari ini. Vice Presiden Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan saat ini optimisme tercapainya resolusi perang dagang AS-Tiongkok makin besar.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS karena sentimen ini," kata dia kepada katadata.co.id, Rabu (11/9).

(Baca: Rupiah Menguat Tipis Ditopang Sentimen Positif Negosiasi AS-Tiongkok)

Optimisme ini berlanjut sejalan dengan kesediaan Tiongkok membeli  produk pertanian AS. Selain itu, Tiongkok bersedia mengubah praktek hak kekayaan intelektual yang sebelumnya dikeluhkan AS.

"Perilaku Tiongkok ini sejalan dengan harapan AS tidak menerapkan tarif produk mereka dan memberikan keleluasaan untuk Huawei berbisnis di sana," kata Ariston.

Sementara itu, harapan adanya stimulus moneter yang digulirkan oleh bank sentral global dinilai Ariston juga mendorong para pelaku pasar masuk ke aset berisiko. Sehingga, rupiah pada hari ini diperkirakan menguat di kisaran di Rp 14.000 - Rp 14.100 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN