IHSG Turun 0,41%, Dipicu Sentimen Global Bukan Situasi Nasional

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

23/9/2019, 17.28 WIB

Sentimen lainnya yang membuat IHSG terkoreksi juga datang dari memanasnya hubungan AS dengan Iran terkait serangan drone.

IHSG, Perang Dagang, Saham,
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Ilustrasi. Ketidakpastian hasil perundingan dagang AS dan Tiongkok mengoreksi IHSG hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) ditutup terkoreksi 0,41% di level 6.206,19 pada perdagangan Senin sore (23/9). Terkoreksinya IHSG pada penutupan hari ini, dipengaruhi oleh sentimen negatif dari faktor global, bukan dipengaruhi situasi politik dalam negeri.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyampaikan, koreksi IHSG hari ini murni karena sentimen  perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang kembali bergolak.

Nico menyatakan situasi dalam negeri seperti kerusuhan di Papua, demonstrasi mahasiswa atas revisi Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) sebenarnya memiliki korelasi terhadap laju IHSG. Namun, sentimen tersebut tidak separah dengan sentimen dari perang dagang dan penantian perundingan kedua negara adidaya tersebut. "Sejauh ini pengaruhnya belum signifikan," kata Nico kepada katadata.co.id, Senin (23/9).

Perang dagang antara Negeri Paman Sam dan Tirai Bambu kembali memanas setelah pejabat Tiongkok membatalkan rencana kunjungan wilayah pertanian AS pekan ini, di tengah upaya pembicaraan perdagangan kedua negara yang diadakan di Washington.

Pembatalan  itu terjadi bukan tanpa sebab. Presiden AS Donald Trump  sebelumnya mengatakan ia menginginkan kesepakatan perdagangan yang lengkap, bukan hanya kesepakatan bagi Tiongkok untuk membeli lebih banyak barang pertanian AS.

(Baca: Perang Dagang Memanas, IHSG Sesi Pertama Ditutup Turun 0,29%)

Analis Royal Investium Sekuritas, Janson Nasrial mengatakan, meski adanya pembatalan kunjungan pejabat Tiongkok, pelaku pasar modal masih berharap dan menanti lanjutan dari negosiasi dagang kedua negara.

Ketidakpastian hasil perundingan dagang kedua negera tersebut sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Hubungan keduanya bahkan kerap memgalai panas-dingin yang dipicu oleh perang tarif.

Tak hanya berdampak pada kondisi perdagangan dan perekonomian global, hal tersebut juga mengakibatkan investor asing di pasar modal dalam negeri lari.

(Baca: Pasar Modal Ditinggal Investor Asing, IHSG Tutup Pekan Turun 0,21%)

Pada perdagangan hari ini misalnya, investor asing melakukan jual bersih senilai Rp 269,61 miliar di seluruh pasar modal. Sementara, dalam sebulan terakhir, asing melakukan jual dengan nilai bersih mencapai Rp 6,55 triliun.

"Ketidakpastian perundingan dagang itu yang membuat asing lebih prefer pegang emas daripada dolar AS, trasury bond, dan emerging market asset," kata Janson.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji juga menilai, saat ini banyak pelaku pasar tengah menanti kepastian negosiasi perdagangan bilateral AS dengan Tiongkok.

Namun, sentimen lainnya yang membuat IHSG terkoreksi juga datang dari memanasnya hubungan AS dengan Iran terkait serangan drone yang dilancarkan kelompok pemberontak Houthi terhadap instalasi minyak milik Aramco di Arab Saudi.

"Faktor lain yang penting dalam pelemahan IHSG hari ini yaitu minimnya sentimen positif dari domestik," kata Nafan Kepada katadata.co.id.

Sentimen global tersebut, juga berpengaruh kepada bursa-bursa di Asia lainnya. Seperti Hang Seng Index yang terkoreksi 0,81% pada penutupan perdagangan hari ini. Shanghai Composite Index juga tercatat ditutup terkoreksi 0,98%. Strait Times Index pun ditutup turun 0,52%.

Data Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, total volume perdagangan tercatat sebanyak 15,27 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,98 triliun, dan dengan frekuensi 490.934 kali.  Berdasarkan pantauan, terdapat 143 saham yang ditutup naik, dengan 275 saham yang terkoreksi, dan 146 saham stagnan.

Terkoreksinya IHSG pada perdagangan hari ini terdorong oleh turunnya indeks sektor industri dasar sebesar 1,72%.

(Baca: IHSG Diprediksi Terkoreksi, Saham Perbankan dan Properti Direkomendasi)

Saham-saham yang terkoreksi antara lain milik emiten pakan ternak yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan penurunan 4,42% menjadi Rp 1.525 per saham, diikuti saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 2,39% jadi Rp 5.100 per saham. Sedangkan saham milik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga melemah 2,72% menjadi Rp 12.500 per saham.

Terkoreksinya IHSG juga dialami oleh indeks saham sektor properti dengan angka penurunan 1,65%. Anjloknya saham sektor properti antara lain dialami saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dengan penurunan 3,94% jadi Rp 1.585 per saham. Kemudian PT Wijaya Karya (persero) Tbk (WIKA) turun 4,41% jadi Rp 1.950/saham dan PT PP (Persero) dengan penurunan 3,36% menjadi Rp 1.725/ per saham.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan