Pasar Tunggu Rilis Data Ekonomi AS, Rupiah Dibuka Menguat

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Ratna Iskana

4/10/2019, 10.12 WIB

Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang buruk dan kondisi keamanan dalam negeri yang kondusif mendorong rupiah menguat.

Rupiah
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi, rupiah. Rupiah dibuka menguat pada perdagangan di pasar spot pada Jumat (4/10) karena rilis data ekonomi Amerika Serikat yang buruk.

Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan pasar spot perdagangan hari ini, Jumat (4/10). Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,15% atau 22 poin ke level Rp 14.150 per dolar Amerika Serikat (AS) dari level kemarin di Rp 14.150 per dolar AS.

Seperti perdagangan kemarin sore, mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Yen Jepang naik 0,09%, dolar Hongkong 0,01%, dolar Singapura 0,09%, dolar Taiwan 0,31%, won Korea Selatan 0,73%, peso Filipina 0,17%, rupee India 0,26%, ringgit Malaysia 0,04%, dan baht Thailand 0,22%. Hanya yuan Tiongkok yang mengalami pelemahan 0,36%.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai indeks dolar AS semalam kembali menurun. "Ini karena sudah tiga hari beruntun rilis data ekonomi AS di bawah ekspektasi pasar," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (4/10).

Indeks dolar AS pada Kamis (3/10) makan menembus kisaran 99, sekarang di 98.82 atau turun 0,04%. Ariston menilai hal tersebut karena data ekonomi AS yang dirilis di bawah ekspektasi pasar. Buruknya data AS selama tiga hari beruntun memperbesar peluang bank sentral AS untuk memangkas suku bunganya lagi

(Baca: Data Ekonomi AS Masih Buruk, Rupiah Menguat ke 14.172 per Dolar AS)

Salah satu data ekonomi AS yang buruk adalah indeks non-manufaktur AS bulan September versi ISM yang dirilis 52.6, di bawah prediksi 55.1. Ini adalah hasil terendah dalam tiga tahun terakhir.  

"Rupiah mendapatkan sentimen positif dari data tersebut dan berpeluang menguat lebih lanjut terhadap dolar AS," ucap Ariston.

Selain itu, situasi internal Indonesia dinilai masih kondusif. Belum ada lagi demo yang ricuh sehingga membantu penguatan rupiah.

Untuk pedagangan hari ini hingga Senin mendatang, Ariston menyebut pelaku pasar bakal menunggu sejumlah data ekonomi AS yang bakal dirilis pada malam ini. Diantaranya adalah data non-farm payrollsversi pemerintah.

Selain itu akan ada pula rilis data tenaga kerja AS lainnya seperti data tingkat pengangguran dan data rata-rata upah per jam untuk bulan September. Menurutnya, data tersebut bisa menahan laju penguatan rupiah hari ini sehingga rupiah tak akan mengalami pelemahan. Ia memprediksi potensi pergerakan rupiah di antara Rp 14.100 - Rp 14.180 per dolar AS.

(Baca: Data Manufaktur AS Tak Sesuai Ekspektasi, Rupiah Menguat Tipis )

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan