Jonan Sindir Direksi PLN Soal Penggunaan Kendaraan Listrik

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

9/10/2019, 13.50 WIB

Jonan mengatakan PLN belum maksimal mendorong masyarakat menggunakan kendaraan listrik dan kompor induksi. Padahal upaya tersebut dapat mengurangi emisi.

Ignasius Jonan, ESDM
Arief Kamaludin | Katadata
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Jonan menyidir direksi PLN yang kurang kreatif dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) lebih kreatif mendorong pengunaan kendaraan listrik. Sebab, Jonan mengklaim hanya dirinya yang selama ini getol mengampanyekan kendaraan listrik.

Sedangkan direksi PLN dinilai kurang berupaya mendorong penggunaan kendaraan listrik. "Penghasilan Direksi BUMN itu 30 kali penghasilan menteri. Masa kerjanya lebih lemas dari Menteri ESDM," ujar Jonan di perayaan hari listrik nasional, Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (9/10).

Padahal pengunaan kendaraan listrik dan kompor induksi berdampak sangat besar dalam mengurangi emisi gas buang. Selain itu, upaya tersebut juga dapat menekan impor minyak yang selama ini yang menjadi persoalan neraca perdagang Indonesia.

"Sehingga defisit neraca perdagangan tidak makin lebar. Juga langitnya lebih bersih dan biaya kesehatan masyarakat harusnya makin mengecil," kata Jonan.

(Baca: Tahun Depan, Pejabat Kemenhub Wajib Pakai Mobil Listrik)

Di sisi lain, Jonan mengungkapkan rasio elektrifikasi merupakan salah satu capaian dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode pertama. Ia menyebut capaian rasio elektrifikasi sampai Oktober 2019 sebesar 98,83 persen. 

Pencapaian itu melebihi Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 97,6 persen. "Harapannya rasio elektrifikasi tahun ini 99 persen, target Bappenas di RPJMN ‎97,5 persen jadi kita lebih jauh," kata Jonan.

Jonan juga ‎mengungkapkan tantangan berikutnya yakni meningkatkan konsumsi listrik per kapita. Dia menyebut konsumsi listrik per kapita idealnya harus melebihi pertumbuhan ekonomi. 

"Konsumsi per kapita harapannya bisa naik, kalau ekonomi 5 persen ini bisa lebih dari 7 persen," tandasnya.

(Baca: Menko Luhut Minta Mobil dan Motor Dinas Pakai Kendaraan Listrik)

Menurut International Energy Agency (IEA), negara pengguna terbesar mobil listrik pada tahun lalu adalah Tiongkok dengan 2,24 juta unit. Disusul Amerika Serikat (AS) sebagai negara terbesar kedua dalam penggunaan mobil listrik dengan 1,13 juta unit.

Penjualan mobil listrik secara global pada 2018 mencapai 5,1 juta unit. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 3 juta unit. 

Indonesia pun belum masuk hitungan sebagai negara dengan pengguna mobil listrik. Berikut data terkait negara pengguna mobil listrik terbesar :

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan