6 Perusahaan Besar Tinggalkan Proyek Mata Uang Digital Facebook

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

14/10/2019, 10.38 WIB

Enam perusahaan yang menyatakan mundur dari Asosiasi Libra adalah Visa, Mastercard, PayPal, Stripe, eBay, dan Mercado Pago.

Proyek mata uang digital Facebook, Libra ditinggal enam perusahaan besar, mulai dari Visa hingga PayPal
ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic
Ilustrasi, logo Facebook yang dicetak 3D berdiri terlihat di depan kode siber yang dipajang dalam sebuah ilustrasi yang diambil fotonya tanggal 22 Maret 2016. Proyek mata uang digital Facebook, Libra ditinggal enam perusahaan besar, mulai dari Visa hingga PayPal.

Proyek mata uang digital milik Facebook, Libra mengalami persoalan perizinan dari regulator. Alhasil, enam perusahaan besar yakni Visa, Mastercard, PayPal, Stripe, eBay, dan Mercado Pago meninggalkan Asosasi Libra.

Asosiasi Libra merupakan entitas terpisah yang memantau perkembangan mata uang digital tersebut. Asosiasi ini terdiri dari modal ventura, organisasi nirlaba, perusahaan cryptocurrency, keuangan, serta penyedia layanan teknologi dan telekomunikasi.

“eBay telah membuat keputusan untuk tidak bergerak maju sebagai anggota pendiri (Asosiasi Libra). Saat ini, kami fokus untuk meluncurkan pengalaman pembayaran yang dikelola eBay untuk pelanggan,’” demikian dikutip dari Independent.co.uk, kemarin (13/10).

eBay merupakan perusahaan e-commerce yang berdiri pada 1995. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) ini mulanya berharap, Libra bisa mengurangi biaya transaksi di platform-nya.

Keputusan serupa disampaikan oleh perusahaan keuangan, Visa. “Visa memutuskan untuk tidak bergabung dengan Asosiasi Libra saat ini," kata perusahaan dalam pernyataan resmi dikutip dari Reuters. "Kami terus mengevaluasi dan keputusan akhir kami yang ditentukan oleh sejumlah faktor, termasuk kemampuan Asosiasi untuk sepenuhnya memenuhi semua harapan peraturan yang diperlukan."

(Baca: PayPal Keluar dari Proyek Uang Digital Facebook Libra)

Di saat bersamaan, Mastercard juga memutuskan untuk keluar dari Asosiasi Libra. Padahal, jaringan Visa dan Mastercard sangat luas, sehingga bisa memperkuat Libra.

Perusahaan e-commerce, Stripe pun memilih keluar dari Asosiasi Libra. Perusahaan ini bekerja sama dengan PayPal untuk memfasilitasi sebagian besar transaksi online di luar Tiongkok. Karena itu pasarnya cukup besar.

PayPal bahkan lebih dulu menyatakan tidak melanjutkan partisipasinya di asosiasi, dan fokus pada bisnis intinya. “Kami tetap dalam posisi mendukung aspirasi Libra, dan akan melihat kemungkinan melanjutkan dialog untuk bekerja sama di masa depan,” demikian pernyataan Paypal, beberapa waktu lalu.

Lalu, perusahaan keuangan, Mercado Pago juga menyatakan mundur. Perusahaan ini berfokus membantu pedagang menerima pembayaran melalui email atau dengan mencicil. Layanannya bisa membantu Libra menyasar pasar di wilayah terpencil.

Kepala proyek Facebook David Marcus mengingatkan pasar untuk tidak menerka-nerka nasib Libra ke depan melalui akun Twitter-nya. Meski begitu, mantan eksekutif PayPal ini mengakui mundurnya enam perusahaan itu merupakan kabar buruk dalam jangka pendek.

(Baca: Uang Digital Facebook Ditolak karena Alasan Regulasi hingga Keamanan)

Kepala Kebijakan dan Komunikasi Asosiasi Libra Dante Disparte menegaskan bahwa perusahaannya akan terus bergerak maju, memenuhi semua peraturan yang berlaku. “Kami akan fokus untuk terus membangun asosiasi yang kuat dari beberapa perusahaan terkemuka dunia, organisasi yang dampak sosial dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Ia menyampaikan, susunan anggota Asosiasi mungkin akan berubah seiring waktu. Namun, ia memastikan bahwa prinsip desain tata kelola, teknologi Libra, dan sifat terbuka dari proyek ini akan tetap tangguh.

Rencananya, Facebook bakal meluncurkan Libra pada Juni 2020. Namun, setelah perusahaan asal AS mengumumkan hal itu, regulator menyatakan penolakan.

Pada bulan lalu, pemerintah Prancis dan Jerman memblokir Libra. Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Jerome Powell juga menyarankan agar proyek itu tidak dihentikan sebelum ada pembahasan soal privasi, pencucian uang, perlindungan konsumen dan masalah stabilitas keuangan secara serius.

(Baca: Facebook Tak Akan Rilis Libra Sampai Penuhi Aturan Otoritas AS )

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan