Baru Capai 60%, Investasi Sektor ESDM Hingga September Rp 277 Triliun

Penulis: Ratna Iskana

30/10/2019, 21.36 WIB

Realisasi investasi baru mencapai 60% dari target tahun ini sebesar Rp 462 triliun. Kontribusi terbesar disumbang sektor migas dan ketenagalistrikan.

Kementerian ESDM
Arief Kamaludin (Katadata)
Ilustrasi, logo Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian ESDM mencatat capaian investasi hingga September mencapai Rp 277 triliun.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat investasi hingga triwulan ketiga 2019 mencapai US$ 19,8 miliar atau sekitar Rp. 277 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari subsektor migas senilai US$ 8,1 miliar, disusul subsektor ketenagalistrikan sebesar US$ 7,4 miliar. 

Sedangkan sektor mineral dan batubara menyumbang investasi sebesar US$ 3,3 miliar dan energi baru terbarukan sebesar US$ 1 miliar. Biarpun begitu, realiasi investasi baru mencapai 60% dari target tahun ini sebesar US$ 33 miliar atau sekitar Rp 462 triliun.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan Kementerian ESDM beserta pemangku kepentingan berusaha mencapai target tersebut. "Realisasi investasi biasanya mengikuti S-curve. Investasi akan kami pacu agar bisa lebih cepat. Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM,  kami diminta agar bekerja lebih cepat, cermat dan produktif," ujar Agung dalam keterangan tertulis pada Rabu (30/10).

Pasalnya, sektor ESDM sangat strategis dalam mendorong perekonomian nasional. Makanya Kementerian ESDM bakal berusah amembuat iklim investasi semakin bergairah dan kondusif bagi investor.

(Baca: Menteri ESDM Arifin Tasrif Bakal Fokus Benahi Defisit Migas)

Salah satu caranya dengan memangkas 186 perizinan. Diharapkan upaya tersebut mampu mempercepat dan mempermudah proses investasi di sektor ESDM.

"Aspek perizinan baik kecepatan maupuan birokrasinya akan terus dievaluasi, sehingga dapat mendorong investasi yang lebih cepat dan memberikan certainty. Investasi ini penting karena akan mendorong pembukaan lapangan kerja, sehingga efektif menjadi prime mover ekonomi nasional," ujar Agung.

Realiasi investasi migas biasanya menjadi penopang sektor ESDM. Pada 2018, realisasi investasi migas tumbuh 14,9% menjadi US$ 12,69 miliar.

Jumlah tersebut terdiri atas investasi hulu migas sebesar US$ 11,99 miliar, tumbuh 16,85% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan  investasi hilir mencapai US$ 689,66 juta atau turun 10,92% dari tahun sebelumnya.  

Pertumbuhan investasi migas ini merupakan yang pertama kalinya dalam lima tahun terakhir. Sejak 2014, investasi migas selalu mengalami penurunan seiring jatuhnya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 30/barel. Selengkapnya data terkait investasi migas dalam grafik Databoks berikut ini :

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan