Bulog Batal Impor Daging Sapi Brasil Tahun Ini, Buwas: Mubazir!

Penulis: Ekarina

1/11/2019, 16.38 WIB

Sebelumnya, Bulog telah diberi penugasan untuk mengimpor 30 ribu ton daging sapi Brasil.

Ilustrasi daging sapi impor. Perum Bulog menyatakan tak mengimpor daging sapi Brasil tahun ini karena stok daging dalam negeri yang diprediksi masih mencukupi.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi daging sapi impor. Perum Bulog menyatakan tak mengimpor daging sapi Brasil tahun ini karena stok daging dalam negeri yang diprediksi masih mencukupi.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan tak akan mendatangkan daging sapi impor asal Brasil tahun ini. Hal tersebut dikarenakan, stok daging di dalam negeri dinilai sudah mencukupi serta tenggat waktu impor yang sudah tidak memungkinkan.

Sebelumnya, Bulog telah diberi penugasan untuk mengimpor 30 ribu ton daging sapi Brasil. Penugasan itu ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas) dengan sejumlah kementerian/lembaga di kantor Menteri Koordinator Perekonomian.

Selain Bulog, pemerintah juga menugaskan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yaitu PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) (Persero) dengan masing-masing kuota impor 10 ribu ton daging. Sehingga total, kuota daging sapi impor dari Brasil yang seharusnya didatangkan tahun ini sebesar 50 ribu ton.

(Baca: Berdikari Targetkan Impor Daging Brasil Masuk Pekan Kedua November)

Namun demikian, pria yang akrab disapa Buwas ini menuturkan, kebutuhan daging sapi di dalam negeri masih cukup besar. Selain itu, dirinya juga mengaku khawatir impor bisa berefek negatif bagi masyarakat khususnya peternak dan pelaku usaha.

"Sampai hari ini saya belum mengimpor barang sekilo daging sapi pun. Penugasannya sudah ada, tapi memang belum bisa dilakukan karena waktunya mepet," kata dia di Jakarta, Jumat (1/1).

Dia pun menjelaskan tidak mungkin mengimpor daging dari Brasil saat ini. Sebab, waktu pengiriman daging dari Negeri Samba sangat lama hingga 47 hari dan belum termasuk berbagai proses impor.

Sehingga, dia menilai impor daging sapi Brasil lebih baik diundur hingga tahun depan, sambil melihat dan menghitung ulang jumlah kebutuhan daging dalam negeri.

(Baca: Kemendag bisa Terbitkan Satu Izin Impor Daging Sapi Brasil Pekan Depan)

Buwas beralasan, pasokan daging dalam negeri saat ini cukup melimpah. Pasalnya pemerintah sudah memiliki stok daging kerbau impor dari India, daging sapi impor dari Australia, belum lagi daging sapi lokal atau daging impor yang didatangkan PT Berdikari. "Nah kalau kita impor lagi, ini kan bisa mubazir. Karena nanti terlalu banyak," ujarnya.

Karenannya dia memutuskan untuk tidak akan mengimpor. Adapun keputusan tersebut menurutnya bakal disampaikan kepada Menteri BUMN, Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian sambil memantau beberapa perkembangannya ke depan.

Sebelumnya, BUMN lain PT Berdikari (Persero) menargetkan 10 ribu ton impor daging sapi Brasil masuk pekan kedua November 2019 atau mundur dari target sebelumnya yang diharapkan masuk September 2019. Menurut direksi perseroan, ketertundaan itu disebabkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Harapannya rekomendasi Kementan akan keluar pekan ini," kata Direktur Operasional Berdikari Oksan OM Panggabean di Graha CIMB, Jakarta, Selasa (17/9).

(Baca: Bulog Targetkan 18 Ribu Ton Daging Kerbau India Datang Akhir Tahun)

Setelah mengantongi rekomendasi, Berdikari bakal mengajukan izin impor daging ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). Proses pengiriman daging ke supplier Brasil akan dimulai pada Oktober 2019.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Berdikari Eko Taufik Wibowo menuturkan perseroan masih menunggu rekomendasi Kementan lantaran perjanjian masalah kesehatan dan higienitas (health protocol) antara pemerintah dan Brasil belum rampung. "Tapi ini masalah teknis, harapannya minggu ini selesai," ujar dia.

Berdasarkan data dari United Nations Comtrade, total volume impor daging sapi ke Indonesia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan impor daging terus terjadi sejak 2015 hingga pertengahan tahun ini seperti yang digambarkan dalam databoks berikut. 

 

Reporter: Dorothea Putri Verdiani

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan