Meski Inflasi Terjaga, IHSG Sesi Pertama Terkoreksi 0,38%

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

1/11/2019, 13.31 WIB

Terkoreksinya IHSG pada perdagangan hari ini juga tak lepas kinerja saham sektoral yang sebagian besar mengalami penurunan.

Pengunjung mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/10/2019). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini ditutup terkoreksi 0,38%.
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Pengunjung mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/10/2019). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini ditutup terkoreksi 0,38%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Jumat (1/11) terkoreksi 0,38% ke level 6.204,57. Pergerakan indeks tersebut sejalan dengan aksi investor asing yang melakukan jual bersih di pasar reguler sebesar Rp 132,27 miliar.

Sepanjang perdagangan sesi pertama, total volume saham yang ditransaksikan tercatat sebanyak 11,08 miliar saham, dengan nilai transaksi senilai Rp 4,01 triliun serta frekuensi 312 ribu kali. Berdasarkan pantauan sesi pertama, sebanyak 125 saham berada di zona hijau, 244 saham lainnya terkoreksi, dan 146 saham bergerak stagnan.

Terkoreksinya IHSG pada perdagangan hari ini juga tak lepas kinerja saham sektoral yang sebagian besar mengalami penurunan. Adapun, penurunan terbesar dicatat oleh sektor aneka industri sekitar 1,76%.

(Baca: Jelang BPS Rilis Data Inflasi Oktober, IHSG Diramal Terkoreksi)

Beberapa saham sektor aneka industri yang menjadi penopang penurunan di antaranya adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang ditutup turun 2,16% menjadi Rp 6.800 per saham, diikuti saham emiten komponen otomotif, PT Selamat Sempurna Tbk  (SMSM) 1,36% menjadi Rp 1.455 per saham.

Sektor lainnya yang juga turun yaitu agribisnis sebesar 1,47%. Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) yang berada di sektor ini turun 1,97% menjadi Rp 11.200 per saham, diikuti saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) juga turun 2,96% menjadi Rp 1.310 per saham. Saham PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) juga terkoreksi 2,27% menjadi Rp 344 per saham.

Namun demikian, sektor industri dasar pada perdagangan sesi pertama hari ini justru ditutup menguat 1,28% dan menjadi satu-satunya yang meningkat. Saham yang menjadi penopang kenaikan sektor ini di antaranya adalah saham emiten pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang naik 7,14% menjadi Rp 6.750 per saham. Lalu PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga bergerak menguat hingga 4,07% menjadi Rp 1.790 per saham.

(Baca: Prediksi Beragam IHSG Hari Ini, Saham Tambang & Konsumer Direkomendasi)

Hingga perdagangan pukul 12.39 WIB, indeks saham lainnya di Asia lainnya bergerak bervariasi. Nikkei 225 Index yang terkoreksi 0,40%. Sementara Hang Seng Index menguat 0,57%, dikuti Shanghai Composite Index yang menguat 0,81%, dan Strait Times Index  0,08%.

Sebelumnya, IHSG  hari ini diramal bakal terkoreksi. Salah satunya sentimennya yaitu karena banyak investor menanti rilis data inflasi Oktober 2019 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS pagi tadi mengumumkan inflasi pada Oktober sebesar 0,02% secara bulanan. Inflasi terutama disumbang kenaikan harga pada makanan jadi seperti nasi dan lauk pauk dan harga rokok.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan inflasi tahun kalender pada Oktober  (year to date) sebesar 2,2% dan inflasi secara tahunan (year on year) 3,13%. "Inflasi terkendali dan tinggal dua bulan lagi dan target inflasi akan tercapai," ujar Suhariyanto di Jakarta, Jumat (1/11).

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan