Cerita Enaknya Indomie, Jadi Sarana Kampanye hingga Alat Barter

Penulis: Sorta Tobing

11/11/2019, 15.57 WIB

LA Times menyebut Indomie sebagai ramen terenak di dunia. Kisahnya di luar negeri tak kalah unik, jadi media kampanye hingga alat barter di sebuah penjara.

indomie ramen terenak di dunia, raja mi instan dunia, indomie mie terlezat di dunia
Twitter Indomie @indomielovers
Ilustrasi. Media LA Times pada Selasa (5/11) menyebut Indomie Barbecue Chicken sebagai ramen terenak di dunia.

Dua varian mi instan merek asal Indonesia masuk dalam 10 besar ramen terenak di dunia versi LA Times, media daring asal Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada Selasa (5/11). Indomie Goreng (Original) berada di peringkat 10, sementara Indomie Barbecue Chicken di posisi teratas.

Kolumnis surat kabar itu, Lucas Kwan Peterson, mengakui menempatkan Indomie sebagai juara dalam peringkat ini sebenarnya curang. Indomie lebih tepat disebut mi goreng ketimbang ramen.

Sementara, pesaingnya adalah mi berkuah alias ramen instan yang pamornya pun tak kalah mendunia, seperti Samyang dan Nissin Cup Noodles. Tapi, ia tak peduli karena rasanya sangat enak.

Deskripsinya soal Indomie Barbecue Chicken sebagai berikut:

Ada tiga cairan (minyak bawang, kecap manis, sedikit cabai), dan dua bungkus bahan kering (bubuk ayam kaya MSG dan beberapa bawang merah goreng). Mereka semua berbaur menjadi, bagaimana Anda mengatakannya, benar-benar dan sangat benar seperti (rasa) surgawi.

Rasa ayam berasap menyeimbangkan apa yang bisa dianggap sebagai salah satu kemungkinan kelemahan dari mi Indomie, yaitu agak terlalu manis. Saus cabainya memberikan sedikit rasa panas, dan tekstur bawang renyanya benar-benar menempatkannya ke atas. (saya) bisa dan mau memakannya setiap hari.  

Keberhasilan Indomie tersebut tentu tak terpisahkan dari ketenarannya di berbagai belahan dunia. Produk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ini sudah memiliki pabrik di beberapa negara, seperti Mesir, Serbia, dan Nigeria.

Pabrik terbesar keduanya setelah Indonesia berada di Maroko. Bahkan di negara tetangga, Malaysia, terdapat café khusus menjual Indomie.

(Baca: Kalahkan Malaysia dan Korea, Indomie BBQ Jadi Ramen Terenak di Dunia)

Di bawah ini beberapa kisah unik Indomie di berbagai negara, dihimpun dari berbagai sumber:

1. Nigeria

Masyarakat Nigeria sangat tergila-gila dengan Indomie, bahkan menjadikannya sebagai makanan pokok. Indofood sampai memiliki empat buah pabrik di sana. Sebanyak 70% pangsa pasar mi instan di negara yang berada di benua Afrika itu dikuasai oleh Indomie.

Sangat kuatnya pengaruh Indomie sampai menjadi sarana kampanye pemilihan presiden. Mengutip dari Nigeria Independent pada Februari 2018, warga Nigeria dikejutkan dengan adanya kemasan kardus Indomie dengan tulisan “Baba gana Kingibe untuk Presiden 2019”.

Indomie itu dibuat dengan kemasan khusus. Wajah sang politikus terpampang besar pada kardusnya. Harganya pun lebih murah, yaitu 1.500 naira atau Rp 58.200 per kardus. Sementara, harga ritelnya sekitar 3.150 naira atau Rp 122.240 per kardus.

Selain itu, merek mi instan ini juga membantu warga di sana di bidang kesehatan. Indomie menjadi hadiah bagi keluarga yang melakukan imunisasi polio untuk anaknya. Cara ini terbukti ampuh menambah partisipasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

Pemerintah di sana berhasil mencapai target 58.813 anak balita yang harus diimunisasi. “Jumlah anak-anak yang datang melebihi target harian kami,” ucap Pejabat Imunisasi Pemerintah Daerah Dange-Shuni, Sokoto Mallam Aliyu Abubakar. 

Indomie
Ilustrasi. Media LA Times menyebut Indomie Barbecue Chicken sebagai ramen terenak di dunia.  (Indomie)

2. Australia

Pada Mei 2018, Vice.com mewawancarai Andy K, seorang koki di sebuah penjara Negeri Kanguru. Andy mengatakan para narapidana di sana suka sekali dengan Indomie. Meskipun tak baik untuk kesehatan, namun makanan ini ternyata mampu menyenangkan para napi.

“Menyenangkan sekali melihat semua napi duduk bersama di satu meja dan makan (Indomie) bersama. Setiap momen tersebut datang, kami merasa sebagai satu keluarga, dan itu waktu-waktu yang berharga,” katanya. 

Indomie disajikan di penjara sebagai makanan insentif. Untuk mendapatkannya, narapidana wajib melakukan pekerjaan terlebih dahulu. Setelah melakukannya, napi itu akan mendapatkan kupon yang bisa ditukar dengan menu makanan yang mereka inginkan, termasuk Indomie.

Hal ini juga menguntungkan pengurus narapidana, sebab harga Indomie tergolong murah. Bahkan yang termurah ketimbang makanan lain, yaitu hanya sekitar setengah dollar Australia saja atau sekitar Rp 4.800 per bungkus.

(Baca: Lampaui Induknya, Indofood CBP Cetak Kenaikan Laba Bersih 20,5%)

3. Amerika Serikat

Bukan hanya narapidana Australia yang menggemari Indomie, narapidana Amerika Serikat juga merasakan hal yang sama. Namun bedanya adalah narapidana di sana menggunakan Indomie sebagai alat barter.

Seorang mahasiswa doktoral di Jurusan Sosiologi University of Arizona bernama Michael Gibson-Light menemukan Indomie telah menggeser posisi rokok sebagai mata uang di penjara. Di kantin penjara, Indomie dihargai 59 sen dolar AS atau Rp 8.200 per bungkus.

Mie instan ini bisa didapatkan dari napi lain melalui barter. Selembar kaos berharga dua bungkus mi instan. Lima batang rokok senilai dengan satu bungkus Indomie. Seorang napi yang diwawancarai Gibson-Light bahkan mengatakan penghuni penjara bisa sampai terbunuh akibat perkara pembayaran mi instan.

Penulis: Amelia Yesidora (Magang)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan