Sri Mulyani Sebut 7 BUMN Masih Rugi Meski Sudah Disuntik Negara

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

2/12/2019, 14.09 WIB

Sri Mulyani menyebut BUMN yang rugi tahun lalu meski disuntik negara, yakni Krakatau Steel, Perum Bulog, PAL, Pertani, PTDI, Sang Hyang Seri, dan DKB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait upaya pemerintah untuk membendung banjir impor tekstil dan produk tekstil (TPT) di Jakarta, Senin (14/10/2019). Pemerintah telah dan akan terus memberikan sanksi berupa pembekuan hingga mencabut i
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengalokasikan anggaran PMN untuk BUMN mencapai Rp 17,73 triliun tahun depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan terdapat tujuh BUMN yang masih merugi mestik telah disuntik Penyertaan Modal Negara atau PMN.

"Di tahun 2018, kerugian masih terjadi pada tujuh BUMN," kata Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12).

Ketujuh BUMN tersebut, yakni PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel. 

Sri Mulyani menjelaskan, kerugian dialami pada Krakatau Steel akibat beban keuangan selama konstruksi. PAL merugi akibat peningkatan beban lain-lain hingga tiga kali lipat yang disebabkan kerugian nilai tukar dan entitas asosiasi.

(Baca: Kemenkeu Asuransikan 1.360 Gedung Milik Negara Senilai Rp 10,8 Triliun)

Selanjutnya, pada Perum Bulog mengalami kelebihan pengakuan pendapatan atas penyaluran beras sejahtera atau rastra sehingga Bulog harus melakukan koreksi pada  pendapatan pada tahun lalu. Sang Hyang Seri merugi akibat inefisiensi bisnis, beban bunga dan perubahan kebijakan pemerintah dalam mekanisme pengadaan benih.

Sedangkan pada Dirgantara Indonesia merugi akibat plembatalan kontrak dan order yang tidak mencapai target. "Kerugian pada PT Dok Kodja Bahari disebabkan oleh beban administrasi dan umum yang terlalu tinggi yakni 58% dari pendapatan," ucap dia.

(Baca: Empat Tahun Absen, Menteri BUMN Akhirnya Hadiri Rapat di Gedung DPR)

Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk BUMN cukup signifikan. Pada 2015, suntikan modal negara mencapai Rp 64,5 triliun, kemudian pada 2016 sebesar Rp 50,5 triliun, 2017 sebesar Rp 6,4 triliun, 2018 sebesar Rp 3,6 triliun, dan tahun ini diproyeksi sebesar Rp 17,8 triliun. 

Tahun depan, pemerintah mengalolasikan anggaran PMN untuk BUMN sebesar Rp 17,73 triliun. 

Di sisi lain, BUMN juga memberikan sumbangan pajak dan dividen kepada negara. Tahun lalu, sumbangan dividen BUMN mencapai Rp 45,1 triliun. Sebanyak 10 BUMN yang memberikan dividen terbesar seperti terlihat dalam databoks di bawah ini.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan