Ditopang Layanan Data, Industri Telekomunikasi Diprediksi Tumbuh 5%

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

13/1/2020, 16.50 WIB

Industri telekomunikasi dinilai perlu mengimbagi penurunan permintaan layanan suara dan SMS.

Ditopang Layanan Data atau internet, Industri Telekomunikasi Diprediksi Tumbuh 5%
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Ilustrasi, tknisi melakukan perawatan menara BTS 4G milik XL Axiata yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (15/11/2019).

Pertumbuhan bisnis industri telekomunikasi diprediksi 5-6% tahun ini. Tingginya permintaan layanan data atau internet bakal menopang kinerja perusahaan di sektor ini.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi Indonesia (ATSI) Ririek Adriansyah memperkirakan, industri telekomunikasi tumbuh 5% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, ia tak memerinci perihal pertumbuhan layanan data, telepon, SMS.

“Sebagian besar layanan data masih banyak dipakai untuk streaming video,” kata Ririek kepada Katadata.co.id, hari ini (13/1). Ia juga tidak menjelaskan sentimen positif dan negatif industri ini pada 2020.

Pendiri Indotelko Forum Doni Ismanto juga memperkirakan, pertumbuhan bisnis industri telekomunikasi 5-6% pada tahun ini. "Atau bisa menjadi single high digit (mendekati 10%),” kata dia.

Menurut dia, penggerak pertumbuhan industri masih akan berasal dari pendapatan layanan internet atau data. Hal ini dinilai bakal mengimbangi penurunan permintaan layanan telepon dan SMS.

"Tren layanan ke depan yakni streaming," ujar Doni. Berdasarkan laporan Hootsuite Digital pada 2019, Youtube merupakan media sosial paling aktif di Indonesia.

(Baca: Trafik Data 4 Operator Melonjak Hingga 19% Selama Natal dan Tahun Baru)

Data Similarweb, posisi Youtube ada di peringkat keempat sebagai situs yang paling sering diakses di Indonesia pada 2018. Trafik bulanan (monthly traffic) mencapai 504.400.000 dan rerata menghabiskan waktu 26 menit tujuh detik.

Selain itu, Alexa mencatat bahwa Youtube ada di peringkat tiga dengan rata-rata waktu kunjungan delapan menit 47 detik. Rerata warga Indonesia menghabiskan waktu berselancar di dunia maya sekitar delapan jam 36 menit.

Waktu yang dihabiskan untuk mengakses media sosial mencapai tiga jam 26 menit. Sedangkan untuk mengakses live streaming TV, video on-demand dan sejenisnya dua jam 52 menit. Ada juga yang mendengarkan musik hingga satu jam 22 menit. 

(Baca: Pertumbuhan Konsumsi Data Jadi Beban Operator Telekomunikasi)

“Tantangan bagi operator yakni mengimbai tren turunnya layanan suara dan SMS,” kata Doni. Meski begitu, menurut dia belum ada model bisnis yang ideal bagi operator supaya tidak sekadar menjadi penyedia infrastruktur bagi startup berbasis digital.

Sepengetahuannya, operator berfokus merambah layanan streaming dan gim online. Model bisnisnya, kata dia, perusahaan membangun sendiri atau berkolaborasi dengan perusahaan teknologi.

"Apabila dilihat dari laporan keuangan operator, bisnis digital seperti layanan streaming, gim online, dan sebagainya berkontribusi kecil ke operator. Paling besar tetap sebagai konektivitas alias layanan paket datA," ujar Doni. 

Sedangkan Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi memperkirakan, pertumbuhan bisnis industri telekomunikasi rerata hanya naik 1%. "Pendapatan terbesar akan disumbang dari layanan broadband dan digital," kata dia.

(Baca: Analis: E-Commerce hingga Fintech Topang Saham Telekomunikasi di 2020)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan