Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Berhasil Kerek Harga Minyak 0,5%

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ekarina

16/1/2020, 09.30 WIB

Optimisme pasar terhadap kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan harapan permintaan minyak mendorong kenaikan harga minyak.

Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Berhasil Kerek Harga Minyak 0,5%.
KATADATA
Ilustrasi Kilang Minyak. Penandatanganan kesepakatan dagang AS-Tiongkok fase I direspons positif pasar hingga mampu mendorong harga minyak sebesar 0,5%.

Harga minyak mentah dunia naik tipis setelah pada sesi sebelumnya tertekan oleh naiknya produksi produk olahan Amerika Serikat (AS). Kenaikan harga minyak merupakan respons positif setelah kesepakatan dagang fase pertama antara AS dan Tiongkok akhirnya diteken pada Rabu (15/1) waktu setempat.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/1) pukul 08.34 WIB, harga minyak jenis Brent untuk kontrak Maret 2020 naik 0,55% ke level US$ 64,35 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2020 naik 0,52% menjadi US$ 58,11 per barel.

(Baca: Anjlok 0,28%, Damai Dagang AS-Tiongkok Tak Mampu Angkat Harga Minyak )

Mengutip Reuters, di bawah perjanjian perdagangan fase pertama, Tiongkok berkomitmen akan membeli produk energi AS senilai US$ 18,5 miliar di tahun pertama dan US$ 33,9 miliar di tahun berikutnya.

Meski begitu, para pedagang komoditas dan analis tetap berhati-hati memetakan strategi Tiongkok dalam mencapai komitmen pembelian produk dari Amerika Serikat dengan nilai cukup besar tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, akan menghapus semua tarif AS produk impor Tiongkok secepatnya, setelah kedua negara menyelesaikan perjanjian perdagangan fase kedua. Dia berharap kesepakatan segera tercapai agar tidak ada lagi perjanjian fase ketiga. 

Analis Price Futures Group Phil Flynn menyatakan optimisme pasar kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan harapan bahwa permintaan minyak akan terus solid mendorong kenaikan harga minyak.

(Baca: Konflik AS-Iran Mereda, Harga Minyak Naik Tipis Sentuh US$ 64,3/Barel)

Sebelumnya, harga minyak turun ke level terendah dalam lebih dari sebulan setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan besar dari bensin dan mendistilasi persediaan serta rekor produksi minyak mentah. 

Menurut Energy Informations Administration (EIA) stok bensin AS pada pekan lalu naik ke level tertinggi sejak Februari, sementara persediaan sulingan melonjak ke level tertinggi sejak September 2017.

Laporan EIA juga menunjukan produksi minyak mentah pada 10 Januari naik menjadi 13 juta barel per hari (bpd) dan penarikan persediaan minyak mentah jauh lebih besar dari perkiraan.

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan