Dikabarkan Galang Pendanaan Rp 20,4 T, Tokopedia Hampir Jadi Decacorn

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Desy Setyowati

23/1/2020, 09.11 WIB

Kabarnya, Temasek, Alibaba, dan SoftBank terlibat dalam putaran pendanaan Tokopedia. Para e-commerce disebut-sebut mengantisipasi potensi Amazon masuk RI.

Dikabarkan Galang Pendanaan Rp 20,4 TRILIUN, VALUASI Tokopedia Hampir Jadi Decacorn
ilustrasi/Tokopedia
Ilustrasi, Tokopedia

Perusahaan e-commerce, Tokopedia dikabarkan memasuki tahap akhir penggalangan dana US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 20,4 triliun. Jika kabar itu benar, maka valuasi Tokopedia diprediksi US$ 8 miliar-US$9 miliar atau mendekati status decacorn.

Decacorn merupakan sebutan bagi startup bervaluasi lebih dari US$ 10 miliar atau sekitar Rp 140 triliun. Di Indonesia, baru Gojek yang berstatus decacorn.

Dikutip dari Financial Times, Temasek, Alibaba, dan SoftBank diperkirakan terlibat dalam putaran pendanaan tersebut. Perusahaan investasi asal Singapura, Temasek dikabarkan akan memimpin pendanaan dengan menanamkan modal US$ 500 juta.

Sedangkan investor terdahulu yakni SoftBank dan Alibaba disebut-sebut akan berpartisipasi dalam pendanaan itu, supaya sahamnya tidak terdilusi. (Baca: Dikabarkan Cari Pendanaan Rp 21 Triliun, Tokopedia: Banyak Rumor Pasar)

Salah seorang eksekutif yang memahami pasar Indonesia mengatakan, beberapa investor mengantisipasi konsolidasi di sektor e-commerce Tanah Air dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini merupakan upaya menghadapi potensi masuknya Amazon.

"Semua pemain berbicara satu sama lain sepanjang waktu," kata dia dikutip dari Financial Times, kemarin (22/1). (Baca: Tokopedia Berencana IPO di Indonesia dan AS dalam Tiga Tahun ke Depan)

Sedangkan Presiden Tokopedia Patrick Cao mengatakan, optimistis investasi akan memperkuat posisi perusahaan. "Kami menggunakan modal dan penggalangan dana untuk menemukan mitra yang tepat dan mempercepat strategi bisnis kami," katanya.

Kabarnya, putaran penggalangan dana itu menjadi yang terakhir sebelum Tokopedia melakukan penawaran saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) dengan skema dual listing. Unicorn Tanah Air itu berencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bursa di Amerika Serikat (AS) dalam tiga tahun ke depan.

"Saya pikir (bursa AS) memiliki kedalaman paling dalam terkait likuiditas, keahlian di bidang teknologi serta penelitian," kata Patrick di sela-sela acara Nikkei Forum Innovative Asia dikutip dari Nikkei Asian Review, akhir pekan lalu (17/1).

(Baca: Kominfo Isyaratkan Unicorn & Decacorn Baru 2020, Ini Startup Potensial)

Patrick menjelaskan, menurunnya kinerja keuangan WeWork tidak berpengaruh terhadap Tokopedia. Meskipun perusahaannya juga mendapat investasi dari SoftBank, yang merupakan investor WeWork.

"Banyak hal yang telah dibicarakan oleh pers mengenai keuntungan, kami telah menerapkan, sebenarnya, dari awal tahun lalu,” kata Patrick. Nikkei Asian Review mencatat, Tokopedia sempat menargetkan bisa mencapai titik impas (break even point/BEP) pada 2021.

Katadata.co.id sempat menghubungi Tokopedia perihal rencana IPO pada 2023. VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak menyatakan, perusahaanya pasti melantai di bursa saham. Dengan begitu, masyarakat berkesempatan memiliki saham Tokopedia.

“Persiapan untuk melantai di bursa saham ini sudah kami petakan, rencanakan dan siapkan dari jauh hari,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (20/1). Namun, dia enggan berkomentar perihal penggalangan dana.

(Baca: Perang Baru Para Unicorn dan Decacorn di Warung Kelontong)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan