Jasa Marga Prediksi Volume Kendaraan Turun 62% Saat Puncak Arus Mudik

Penulis: Muchammad Egi Fadliansyah

Editor: Ekarina

13/5/2020, 12.48 WIB

Hal ini sejalan dengan kebijakan larangan mudik oleh pemerintah serta pembatasan lalu lintas moda transportasi.

Jasa Marga Prediksi Volume Kendaraan Turun 62% Saat Puncak Arus Mudik .
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Sejumlah kendaraan memasuki gerbang Tol Cililitan, Jakarta, Jumat (31/1/2020). PT Jasa Marga memperkirakan volume kendaraan turun 62% saat periode mudik lebaran.

Perusahaan operator jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus mudik lebaran tahun ini akan terjadi pada 21 Mei atau H-3 menjelang hari raya Idul Fitri. Namun, volume kendraan juga diperkirakan turun 62% dibandingkan saat kondisi normal. 

Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga Fitri Wiyanti mengatakan, prediksi penurunan volume lalu lintas tersebut dihitung berdasarkan asumsi tak ada kegiatan mudik lebaran tahun ini. Hal ini sejalan dengan kebijakan larangan mudik oleh pemerintah serta pembatasan lalu lintas moda transportasi.

Kendati demikian, diperkirakan masih terdapat peningkatan distribusi lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah Barat, Selaran dan Timur.

(Baca: Tak Ingin Corona Menyebar, Gugus Tugas Ingatkan Masyarakat Tidak Mudik)

Dari arah Barat melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa diprediksi sebesar 22%, ke arah Selatan melalui GT Ciawi 2 sebesar 18%, dan ke arah Timur melalui GT Cikampek Utama 1. "Sedangkan dari GT Kalihurip Utama I sebesar 60%, yang mana 57% ke arah Trans Jawa, 43% menuju jalur Selatan,” kata Fitri dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).

Jasamarga Metropolitan Tollroad Division Head Reza Febriano menambahkan, ada tiga layanan utama yang disiapkan Jasa Marga untuk mengantisipasi arus mudik Lebaran tahun ini.

Pertama adalah layanan transaksi yang terkait fungsi peralatan tol sebesar 100%, menyiagakan personel tambahan untuk membantu tapping dan personil mobile reader serta tambahan teknisi untuk tetap siaga pada periode Lebaran 2020.

“Gardu operasi juga akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan kami pastikan pelayanan sesuai dengan SPM jalan tol tetap terjaga,” katanya. 

Kedua, perseroan menyiapkan layanan lalu lintas yang meliputi penempatan petugas di lokasi rawan kepadatan, pengamanan operasi terutama pada lokasi lokasi rawan gangguan kamtibmas, menyiagakan kendaraan pelayanan lalu lintas seperti mobil derek, ambulans dan lainnya.

Ditambah, Jasa Marga juga memastikan sarana dan prasarana jalan tol dalam kondisi baik, mengatur distribusi lalu lintas, dan mempercepat distribusi informasi melalui berbagai kanal.

(Baca: Jokowi Buka Opsi Geser Cuti Lebaran ke Libur Idul Adha Akhir Juli)

Sementara terkait kesiapan konstruksi, perusahaan akan menyiagakan petugas 24 jam untuk menutup lubang di jalan tol, pembersihan saluran untuk mengantisipasi adanya genangan air di jalur tol dan menyiagakan kendaraan water tank untuk ketersediaan air bersih di gerbang tol dan tempat istirahat.

"Sementara untuk  layanan konstruksi, kegiatan proyek/konstruksi akan dihentikan sesuai dengan arahan dari Kementerian PUPR," katanya.

Penghentian sementara tersebut nantinya akan diberlakukan sejak H-2 (21 Mei 2020) hingga H2 Lebaran (25 Mei 2020) untuk mendukung kelancaran operasional di jalan tol.

Pembatasan Rest Area

Selain pelayanan di jalan tol, kesiapan operasional juga dilakukan di rest area. Direktur Pengelolaan Gedung dan Fasilitas PT Jasamarga Related Business Tita Paulina mengatakan, seluruh fasilitas pelayanan di rest area seperti; masjid, toilet, SPBU, dan tempat makan Pujasera dalam kondisi beroperasi penuh dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.

Namun, pihak Jasa Marga juga akan melakukan pembatasan akses keluar masuk rest area. Petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh karyawan dan pengunjung menggunakan thermal gun.

(Baca: Jasa Marga: Arus Kendaraan di Jalan Tol Turun hingga 35% saat PSBB)

Jika ada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker atau terdeteksi memiliki suhu badan di atas 38 derajat celcius, maka tidak diperkenankan masuk rest area atau diarahkan ke area isolasi untuk selanjutnya dilakukan penanganan.

Ia menambahkan,  bahwa di rest area juga diberlakukan pembatasan waktu parkir kendaraan maksimal selama 30 menit.

 

 

 

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan