Alih Kelola Blok CPP Agustus, Lifting Minyak Ditargetkan 40.000 Barel
PT Bumi Siak Pusako menargetkan lifting minyak mentah 40.000-an barel per hari (bph) dari Blok Coastal Plain Pekanbaru (CPP). Blok migas ini akan dialihkelolakan ke perusahaan daerah Provinsi Riau tersebut dari Badan Operasi Bersama PT BSP-Pertamina Hulu pada 9 Agustus 2022.
Sekretaris Perusahaan PT BSP, Riki Hariansyah mengatakan hal tersebut sudah tertuang dalam kontrak pengelolaan Blok CPP 100% dengan negara. Kekuatan BSP dalam kontrak yakni berikan bonus tanda tangan US$ 10 juta dan komitmen kerja pasti US$ 130 juta.
“Target produksi kita mencoba pada tahun 2030 mencapai 40.000 barel per hari. Ini juga dalam mendukung pemerintah capai 1 juta barel per hari tahun 2030,” katanya Kamis, (7/7).
Saat ini PT BSP masih tergabung dalam BOB dengan Pertamina Hulu dengan pembagian keuntungan 50-50. Setelah tandatangan kontrak pengelolaan 100%, PT BSP telah menjadi yang dominan di BOB seperti dalam hal sumber daya manusia.
Sebanyak 260 orang karyawan PT BSP adalah komposisi 85 persen BOB PT BSP-Pertamina Hulu. Bahkan untuk untuk program sumur eksplorasi dan eksploitasi sejak tahun 2020 sudah 100 persen dibiayai oleh PT BSP.
Saham terbesar PT BSP dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak sebanyak 72%. Selamat berdiri 20 tahun sebagai perusahaan daerah telah memberikan dividen Rp 3,16 triliun dan juga dana tanggungjawab sosial sekitar Rp 80 miliar.
Riki menyebut untuk mencapai target 40.000-an bph, PT BSP akan menerapkan Enhance Oil Recovery (EOR) dan pencarian sumber baru. Sekarang ini lifting Blok CPP masih sekitar 8.500 bph.
“Selain dari hanya sumur yang ada, kita berupaya menemukan lapangan baru sambil menahan penurunan. Juga ada cadangan yang cukup juga di Taman Nasional Zamrud tapi itu ia masih tahap pembicaraan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” sebutnya.
Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yanin Kholison menuturkan, pemerintah melalui Kementerian ESDM secara resmi menetapkan dan menyerahkan pengelolaan wilayah kerja CPP 100% atau penuh ke PT BSP mulai 9 Agustus mendatang.
Penyerahan pengelolaan wilayah kerja CPP ini akan menjadi momen penting bagi daerah tersebut. Jika tahun lalu merupakan alih kelola dari operator asing ke badan usaha milik negara, kali ini dari BOB PT BSP dan Pertamina Hulu yang telah mengelola bersama-sama akan melepaskan kegiatan operator dalam 20 tahun ke depan.
Hal ini menjadikan PT BSP sebagai BUMD kedua di Riau yang mendapatkan kepercayaan penuh mengelola ladang minyak.
“Ke depan, kita harapkan proses ini perpanjangan dapat berjalan lancar sehingga PT BSP bisa melanjutkan legacy dari operator BOB PT BSP Pertamina Hulu dan mendukung target komitmen kerja pasti untuk menjawab tantangan penurunan untuk peningkatan produksi,” ujarnya.
Sebelumnya Direktur Utama PT Bumi Siak Pusako Iskandar mengatakan terdapat sejumlah skema yang dipersiapkan perusahaan dalam menggenjot produksi Blok CPP pasca alih kelola pada 9 Agustus 2022. Hal ini tertuang dalam proposal perpanjangan yang diajukan ke pemerintah.
Setidaknya terdapat dua skema dalam menggenjot target produksi minyak di Blok CPP, yakni skema high case dan low case.
"Jika eksplorasi-eksplorasi kami berhasil, dengan high case bisa hampir 50.000 barel (per hari). Sedangkan dengan eksplorasi low case lebih dari 20.000 barel," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, medio Februari lalu, Senin (14/2).
Pada tahun ini BSP akan melanjutkan kegiatan pengeboran 15 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi. Adapun sejak 2020 hingga saat ini perusahaan telah melakukan exclusive operation bersama PHE.
"Jadi pembiayaan untuk pengeboran sumur-sumur eksplorasi dan eksploitasi ditanggung sendiri oleh BSP dan alhamdulillah berjalan dengan lancar," katanya.
