Foxconn Tertarik Kembangkan Smart City di IKN Nusantara

Tia Dwitiani Komalasari
25 Juni 2022, 21:35
Pengunjung mengambil gambar petunjuk arah di titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (19/4/2022). Pemerintah akan mengalokasikan pagu indikatif anggaran belanja pada
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Pengunjung mengambil gambar petunjuk arah di titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (19/4/2022). Pemerintah akan mengalokasikan pagu indikatif anggaran belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023 sebesar Rp27 triliun hingga Rp30 triliun, untuk pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

Hon Hai Precision Industry Co. Ltd atau Foxconn menyatakan ketertarikannya untuk investasi di ibu kota negara (IKN) Nusantara. Investasi tersebut yaitu untuk pengembangan infrastruktur bus listrik dan jaringan IOT (Internet of Things).

Hal itu disampaikan Chairman Foxconn, Young Liu, saat mengunjungi Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Sabtu (25/6). Pertemuan didampingi oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengatakan, pertemuan tersebut membahas kelanjutan mengenai nota kesepahaman antara Foxconn, Gogoro, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan PT Indika Energy Tbk di Indonesia tentang investasi ekosistem kendaraan listrik. Adapun nilai rencana investasi itu senilai US$ 8 miliar atau setara Rp 118 triliun. Investasi tersebut diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja lebih dari 1.000 orang.

 Selain itu, Bahlil mengatakan bahwa Foxconn juga berminat untuk investasi di Ibu Kota Negara (IKN).

“Harapannya bisa betul-betul terjadi dan berjalan dengan baik. Mereka juga berkeinginan masuk invetasi di IKN. Jadi tidak benar kalau ada orang mengatakan IKN tidak ada investasi. Banyak yang masuk,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis.

Chairman Foxconn, Young Liu, mengatakan bahwa pihaknya berminat untuk mengembangkan smart city di IKN Nusantara. Hal itu dilakukan melalui infrastruktur bus listrik (e-bus) dan jaringan IoT (Internet of Things).

Young menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Joko Widodo dan Menteri Investasi/Kepala BKPM yang akan sepenuhnya memfasilitasi investasi Foxconn. Foxconn menawarkan model bisnis baru yaitu BOL (Build, Operate, Localize) untuk investasinya di Indonesia.

“Adanya model bisnis baru BOL ini akan memungkinkan Foxconn dan perusahaan Taiwan lainnya untuk dapat bermitra lebih baik lagi dengan perusahaan Indonesia dalam membangun industri di sini,” ujar Young.

 Foxconn masuk dalam 10 besar perusahaan teknologi dengan pendapatan terbesar di 2019. Perusahaan asal Taiwan tersebut dikenal sebagai pabrik untuk produk teknologi terkenal seperti Apple, Blackberry, atau Sony Xperia.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...