Ciri-Ciri Darah Rendah, Penyebab dan Jenisnya

Image title
12 April 2022, 08:25
ciri-ciri darah rendah
Unsplash/Mockup Graphics
Ilustrasi, pengukuran tekanan darah. Penting mengetahui ciri-ciri darah rendah agar bisa mengambil tindakan untuk antisipasi.

Tekanan darah rendah dapat terjadi karena sejumlah alasan. Umumnya, tekanan darah rendah tidak menimbulkan masalah kesehatan jika tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Tekanan darah rendah dapat diukur menggunakan tensimeter.

Tidak ada angka standar untuk mengindikasi nilai tekanan darah rendah. Sejumlah ahli berpendapat bahwa tekanan darah tergolong rendah jika turun di bawah 90/60 mm Hg. Seseorang yang mengalami ciri-ciri tekanan darah rendah seperti pusing, sakit kepala ringan, mual atau gejala lainnya dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Nilai Normal Tekanan Darah

Menurut World Health Organization (WHO), tekanan darah normal bagi orang dewasa normal yaitu 120/80 mm Hg. Tekanan darah. Beberapa ahli menganggap tekanan darah tergolong rendah jika turun di bawah 90/60 mm Hg.

Namun, angka yang rendah dapat tergolong normal bagi sebagian orang. Melansir Harvard Health Publishing, tekanan darah rendah tidak terlalu mengkhawatirkannya. Tetapi, tekanan darah rendah dapat menandakan masalah kesehatan jika:

  • Terjadi secara tiba-tiba.
  • Memiliki kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah, seperti gagal jantung.
  • Mengalami gejala seperti pusing, pusing, pingsan, lelah, atau mual.

Beberapa obat, seperti diuretik, antidepresan, dan beta blocker juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Jika seseorang memiliki tekanan darah rendah dan tidak mengalami masalah apa pun, kemungkinan hal tersebut normal dan tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Ciri-ciri Darah Rendah

Tekanan darah rendah kronis pertanda bahaya jika menyebabkan gejala yang signifikan. Menurut American Heart Association, terdapat sejumlah ciri-ciri darah rendah yang dapat dideteksi, yaitu:

  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Mual.
  • Pingsan.
  • Kurangnya konsentrasi.
  • Penglihatan kabur.
  • Kulit dingin, lembap, dan pucat.
  • Napas cepat dan dangkal.
  • Kelelahan.
  • Depresi.

Penyebab Tekanan Darah Rendah

American Heart Association menjabarkan sejumlah penyebab tekanan darah rendah meliputi:

  • Terlalu lama berbaring.
  • Kehamilan. Selama 24 minggu pertama kehamilan, biasanya tekanan darah turun.
  • Penurunan volume darah. Hal ini dapat terjadi akibat dari cedera, dehidrasi, atau pendarahan internal.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu. Sejumlah obat dapat menyebabkan tekanan darah rendah, seperti jenis diuretik dan obat hipertensi.
  • Masalah jantung. Misalnya detak jantung yang sangat rendah (bradikardia), masalah dengan katup jantung, serangan jantung dan gagal jantung.
  • Masalah endokrin. Misalnya tiroid kurang aktif (hipotiroidisme), penyakit paratiroid, insufisiensi adrenal (penyakit Addison), dan gula darah rendah.
  • Infeksi berat (syok septik). Bakteri penyebab syok septik menghasilkan racun yang mempengaruhi pembuluh darah, sehingga menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.
  • Reaksi alergi (anafilaksis). Tekanan darah rendah yang drastis secara tiba-tiba disertai gatal-gatal dan tenggorokan bengkak merupakan pertanda reaksi alergi.
  • Hipotensi yang dimediasi oleh saraf (neurally mediated hypotension/NMH). Gangguan ini menyebabkan tekanan darah menurun setelah berdiri dalam waktu lama.
  • Kekurangan nutrisi. Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia, sehingga mengakibatkan tekanan darah rendah.

Jenis Tekanan Darah Rendah

Melansir Mayo Clinic, tekanan rendah dapat dibedakan dalam beberapa kategori berdasarkan penyebab dan faktor lainnya. Beberapa jenis tekanan darah rendah yaitu:

1. Tekanan darah rendah saat berdiri (hipotensi ortostatik atau postural)

Tekanan darah rendah saat berdiri merujuk pada penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ketika berdiri dari posisi duduk atau setelah berbaring. Gravitasi menyebabkan darah menggenang di kaki saat berdiri. Biasanya, tubuh mengkompensasi dengan meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah, sehingga memastikan bahwa cukup darah kembali ke otak.

Tetapi, pada orang dengan hipotensi ortostatik, mekanisme kompensasi ini gagal dan tekanan darah turun, sehingga menyebabkan pusing, pusing, penglihatan kabur dan bahkan pingsan. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk dehidrasi, terlalu lama berbaring, kehamilan, diabetes, masalah jantung, luka bakar, panas berlebihan, varises besar, dan gangguan neurologis tertentu.

2. Tekanan darah rendah setelah makan (hipotensi postprandial)

Penurunan tekanan darah ini terjadi saat satu sampai dua jam setelah makan dan kebanyakan menyerang orang dewasa yang lebih tua. Setelah makan, darah mengalir ke saluran pencernaan, sehingga detak jantung meningkat dan menyempitkan pembuluh darah tertentu. Pada beberapa orang, mekanisme tersebut bermasalah, sehingga menyebabkan pusing, pingsan, dan jatuh.

3. Tekanan darah rendah dari sinyal otak yang salah (hipotensi yang dimediasi saraf)

Gangguan ini menyebabkan penurunan tekanan darah setelah berdiri dalam waktu lama dan kebanyakan menyerang orang dewasa muda dan anak-anak. Hipotensi yang dimediasi oleh saraf dapat terjadi karena miskomunikasi antara jantung dan otak.

4. Tekanan darah rendah karena kerusakan sistem saraf (multipel sistem atrofi dengan hipotensi ortostatik)

Kondisi ini juga disebut sindrom Shy-Drager, yaitu kelainan langka yang memiliki gejala serupa dengan penyakit Parkinson. Jenis tekanan darah ini menyebabkan kerusakan progresif pada sistem saraf otonom yang mengontrol fungsi tak sadar, seperti tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan pencernaan.

Tekanan darah yang sangat rendah dapat membuat tubuh kekurangan oksigen sehingga tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya, terjadi kerusakan pada jantung dan otak. Oleh sebab itu, lakukan pengukuran tekanan darah secara berkala.

Editor: Agung

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...