Menteri ESDM Setujui Rencana Pengembangan Lapangan Alas Dara Kemuning
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Arifin Tasrif telah memberikan persetujuan terhadap rencana pengembangan lapangan Alas Dara Kemuning atau ADK. Lapangan migas ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun depan.
Hal ini dikonfirmasi Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Djoko Siswanto. "Mudah-mudahan ada tambahan gas, "ujar Djoko kepada Katadata.co.id. Senin (31/12).
(Baca: SKK Migas: Lifting Minyak Wilayah Sumbagut Lampaui Target APBN )
Hal senada juga turut disampakan Kepala SKK Migas Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara Nurwahidi. Adapun setelah mengantong persetujuan Kementerian ESDM, proses selanjutnya adalah pengerjaan desain atau Front End Engineering Design, serta mengurus izin-izin dan studi lingkungan atau UKL/UPL
Kemudian, pengembangan proyek masuk ke tahap proses pengerjaan rekayasa, pengadaan dan konstruksi atau EPC dapat dimulai. "Serta re-opening atau work over sumur NGU-1X untuk diproduksikan," ujarnya.
Adapun waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sejumlah proses dari persetujuan POD hingga lapangan siap beroperasi diperkirakan 10 bulan. Saat ini, Pertamina EP Cepu selaku operator lapangan migas tersebut telah membangun fasilitas berupa separator, tangki, dan metering system pada proyek tersebut.Hal ini bagian dari persiapan pengembangan Lapangan ADK.
(Baca: SKK Migas: Pertamina Lanjutkan Pengembangan Lapangan YY Blok ONWJ)
Wilayah kerja ADK dengan luas 24,96 km2 memiliki potensi cadangan migas sekitar 12,5 MMBO serta 25 BSCF gas. Lapangan migas ini akan diproduksikan di kisaran 3.5 juta standar kaki kubik per hari MMscfd selama plateau 8,2 tahun dan masa produksi 12 tahun.
Sejak resmi mengoperasikan proyek tersebut pada 2014, Pertamina telah mengebor lima sumur, melaksanakan studi geologi dan geofisika dan survei seismik. Pada 2017, Pertamina mengebor sumur eksplorasi NGU-1X. Pengeboran sumur tersebut dilaksanakan untuk membuktikan penemuan cadangan migas di Lapangan ADK.
