Mengintip Deretan Konglomerat Dalam Negeri di Proyek Pembangunan IKN

Image title
3 November 2023, 11:57
IKN
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Ilustrasi, suasana pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (2/11/2023).

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dikebut oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Terakhir, progres pembangunan tahap pertama, yakni pembangunan infrastruktur dan bangunan gedung IKN mencapai 52%, melampaui target yang ditetapkan sebesar 47%.

Mengutip keterangan resmi Kementerian Sekretariat Negara, Presiden mengatakan pemerintah tidak bisa membangun IKN secara mandiri. Oleh karena itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk ikut serta mendukung pembangunan IKN.

Advertisement

"Pemerintah tidak bisa sendiri, butuh peran dan kontribusi banyak pihak, termasuk utamanya para pengusaha, investor, dan CEO yang hadir di sini," kata Presiden dalam sambutannya dalam acara Kompas 100 CEO Forum yang digelar di kawasan IKN, Kamis (2/11).

Diketahui, pengusaha besar atau konglomerat dalam negeri memang didorong Jokowi untuk berinvestasi di IKN. Beberapa di antaranya sudah berkomitmen, dan sudah memulai pembangunan, meski baru dalam tahap groundbreaking.

Presiden Jokowi meninjau pembangunan Istana Negara IKN
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Istana Negara IKN (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.)

Para Konglomerat yang Masuk ke IKN

Berikut ini beberapa konglomerat dalam negeri yang berkomitmen untuk investasi di IKN.

1. Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group)

Agung Sedayu Group yang dipimpin oleh Sugianto Kusuma atau Aguan merupakan salah satu konsorsiun yang menanamkan modal sebesar Rp 20 triliun di IKN. Konsorsium yang dipimpin oleh Aguan akan membangun mix used development, berupa mall, hotel, dan perkantoran.

Sebagai informasi, konsorsium yang dipimpin oleh Agung Sedayu Group ini beranggotakan Salim Group, Sinar Mas Group, Pulau Intan, Grup Djarum dan Wings Group. Kemudian, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, dan Grup Astra.

2. Keluarga Ciputra (Ciputra Group)

Ciputra Group akan membangun kawasan terpadu yang terdiri dari perumahan, hotel, lapangan golf, taman, dan sarana MICE atau meeting, incentive, conference, exhibiton. Pembangunan proyek Ciputra Group di IKN ini diharapkan dimulai paling lambat pada kuartal IV-2024.

Keterlibatan Ciputra Group dalam pembangunan di IKN dinyatakan melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama antara PT Citra Kotabaru Nusantara di bawah Ciputra Group dengan PT Bina Karya selaku Badan Usaha Otorita IKN, pada 6 Juli 2023.

3. Anthony Salim (Salim Group)

Salim Group yang dipimpin oleh Anthony Salim merupakan salah satu dari anggota konsorsium yang berinvestasi di IKN. Konsorisum ini diketuai oleh Agung Sedayu Group.

Anthoni Salim, merupakan tokoh kunci dari Grup Salim, konglomerasi yang menjadi induk dari beberapa perusahaan besar dalam negeri, seperti Indofood, Bogasari, dan Indomaret.

4. Sugianto Nagaria (Summarecon Group)

Summarecon Group menjadi salah satu raksasa properti dalam negeri yang berinvestasi di IKN. Namun, berbeda dibandingkan perusahaan properti lain yang membangun mix used development, konglomerasi yang dipimpin Sugianto Nagaria ini akan membangun rumah susun untuk ASN di IKN.

Mengutip Kompas.com, Summarecon akan membangun 6 tower dari total 66 tower rumah susun ASN di IKN. Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Haryo Bekti Martoyoedo mengatakan, proyek rumah susun ini masih dalam tahap kajian studi kelayakan dan ditargetkan hasil review selesai pada September 2024.

Summarecon masuk dalam proyek pembangunan rumah susun di IKN melalui skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) atau public-private partnerships. Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan, pembangunan rumah susun ASN di IKN melalui skema KPBU dinilai cukup aman dan jelas.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement