Tren Baru E-Commerce: Restoran Jual Online Kopi Literan & Makanan Beku

Kopi Tuku hingga Maxx Coffee jual kopi literan di e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee. Pandemi corona mengubah gaya hidup masyarakat.
Image title
16 April 2020, 11:41
Tren Baru E-Commerce: Restoran Jual Online Kopi Literan & Makanan Beku
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Ilustrasi, warga memilih barang-barang belanjaan yang dijual secara daring di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Pandemi corona mengubah gaya hidup masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Restoran mulai berjualan di e-commerce seperti TokopediaBukalapak, dan Shopee menawarkan kopi literan hingga makanan beku.

Sejumlah penjual kopi, seperti Tuku, Maxx Coffee, Roempi Coffee, Kopitagram, dan lainnya menjual kopi dengan satuan liter di e-commerce. Beberapa restoran juga mulai menjual makanan beku, yang bisa dimasak sendiri oleh konsumen di rumah.

Perubahan gaya hidup akibat mewabahnya virus corona rupanya berdampak positif terhadap e-commerce. Tokopedia misalnya, mencatat ada tiga kategori yang transaksinya naik signifikan yaitu produk kesehatan, keperluan rumah tangga, serta makanan dan minuman.

"Berkaitan dengan kategori makanan dan minuman, selain daging sapi, jahe dan kurma, produk kopi kekinian—yang banyak dijadikan teman work form home—juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan," ujar VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak kepada Katadata.co.id, kemarin (15/4). 

(Baca: Tokopedia Ungkap Tiga Produk Paling Dicari selama Pandemi Corona)

Ia mengakui, penjual kopi ramai membuat akun di platform-nya. “Para pelaku industri kopi mulai menambah varian produk satu liter agar lebih mudah dinikmati konsumen selama work form home," ujar dia.

Di Bukalapak, penjualan produk kesehatan, makanan, serta hobi dan koleksi meningkat drastis selama Covid-19 mewabah di Tanah Air. Pencarian produk-produk ini naik lebih dari 10%.

"Kami pun melihat bahwa tren penjual kopi literan di platform ini sebagai sesuatu yang positif, karena menjadi salah satu strategi pelaku industri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang bekerja dan beraktivitas di rumah," ujar Intan.

(Baca: Bukalapak Laporkan Pelapak yang Timbun Produk Kesehatan ke Polisi)

Begitu juga dengan Shopee, yang mencatat bahwa penjualan produk kesehatan dan makanan meningkat paling tinggi selama pandemi corona. “Kami juga melihat tren di masyarakat, khususnya dalam mengonsumsi kopi selama masa isolasi diri di rumah,” ujar Public Relations Shopee Aditya Maulana Noverdi.

Hingga saat ini, jumlah mitra penjual di Tokopedia lebih dari 7,6 juta. Kemudian Shopee mencatatkan lebih dari 3 juta penjual aktif di Indonesia.

Lalu Bukalapak memiliki lima juta pelapak hingga akhir tahun lalu. Sedangkan untuk layanan online to offline (O2O) sebanyak 3,3 juta mitra warung dan agen.

(Baca: Shopee Beri Modal Mitra Penjual Terdampak Corona Rp 100 Miliar)

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, Kopi Tuku menjual kopi susu tetangga satu liter di Tokopedia dengan nama Toko Kopi Tuku, dengan metode pengiriman di hari yang sama (same day delivery). Mereka juga menjajakan produknya lewat fitur GoShop milik Gojek.

Di Tokopedia, penjual kopi dengan Kopi Tujuhari, Yellow Truck Coffee, I Need Coffee Bandung, Kopi Cuan, Kopitagram hingga Maxx Coffee juga menjual kopi literan. “Mulai hari ini, kamu bisa pesan minuman pilihan Maxx Coffee dalam kemasan satu liter,” kata tim administrasi Maxx Coffee di Instagram @maxcoffeeid, pekan lalu (11/4).

Di Shopee, ada Es Kopi Doi, Kopi Susu Bercerita Bersama Keluarga, Kopi Kenceng hingga Roempi Coffee Bandung yang menjual kopi literan. Sedangkan di Bukalapak, ada kafein yang menjual kopi literan.

Bukan hanya kopi literan, makanan yang biasa Anda nikmati di restoran kini bisa dipesan lewat aplikasi. Raa Cha Suki & BBQ pun menawarkan beberapa produk beku yang bisa dipesan melalui GoFood dan GrabFood, dengan gratis ongkos kirim.

Ada pula restoran Imperial Kitchen yang menawarkan aneka frozen dimsum. (Baca: Beda Cara Gojek dan Grab Tekan Dampak Pandemi Corona Terhadap Mitra)

Reporter: Cindy Mutia Annur, Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait