Shopee Andalkan Algoritma untuk Tekan Lonjakan Harga Masker Kesehatan

Shopee mengklaim sudah memblokir produk di puluhan akun penjual yang harganya di atas batas kewajaran. Kenaikan harga ini seiring wabah virus corona.
Image title
12 Maret 2020, 17:46
Shopee Tekan Lonjakan Harga Masker Kesehatan Pakai Algoritma
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi, petugas melayani pembeli masker dan aseptick gel di apotek kimia farma, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2020).

Masker kesehatan dan hand sanitizer paling banyak dicari konsumen seiring mewabahnya virus corona. Startup e-commerce, Shopee mengklaim sudah memblokir banyak produk masker yang harganya jauh melebihi pasar.

Perusahaan menerapkan algoritma untuk mendeteksi harga masker di atas batas kewajaran. "Susah lihat satu-satu. Maka kami bangun algoritma," ujar Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmodjo di Jakarta, Kamis (12/3). 

Ia mengatakan, teknologi itu sudah diterapkan sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua warga Depok positif virus corona. Sebab, perusahaan mencatat bahwa harga masker sudah meningkat sejak pandemi covid-19 merebak di Tiongkok.

(Baca: Bukalapak hingga Tokopedia Respons Marak Penjualan Masker Bekas)

Advertisement

Algoritma itu menyesuaikan data harga produk per kategori. Teknologi ini mengidentifikasi harga berdasarkan acuan pasar. Selain itu, perusahaan membandingkan antara harga di e-commerce dan toko offline.

Setelah ditemukan ada penjual yang mematok harga masker di atas batas kewajaran, Shopee langsung menindak. "Bisa take-down produk," kata Radityo.

Hanya, ia tidak memerinci jumlah produk yang diblokir. Namun, ia memastikan produk yang ditangguhkan berasal dari puluhan akun penjual (merchant).

Pedagang sebenarnya diperbolehkan menaikkan harga produk, jika permintaan tinggi. Namun, kenaikannya harus tetap sesuai dengan pasaran. “Bukan pedagang tidak boleh cari keuntungan. Tapi ini kepentingan bersama," kata dia.

Selain dengan menindak penjual ‘nakal’, Shopee mengapresiasi mitra yang mematok harga masker normal. Pihaknya akan mempromosikan produk merchant itu di platform-nya.

(Baca: Shopee dan Lazada Bakal Nonaktif Akun Penjual Masker Harga Jutaan)

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, harga masker mencapai jutaan rupiah setelah Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok terinfeksi virus corona. Dua hari pasca pengumuman, sekotak masker N95 dibanderol Rp 2,3 juta oleh akun sabripatmarket di Shopee. Lalu, masker bedah dihargai Rp 950 ribu oleh akun tokojhunaidi.

Di Lazada, masker bedah berisi 100 kotak bahkan dijual Rp 24,5 juta oleh akun IBINKSTORE94. Artinya satu kotak seharga Rp 245 ribu. Sedangkan masker N95 dijual Rp 2,8 juta oleh akun Salim Store 1582078529. 

Toko bernama siswoyo House di Tokopedia juga menjual sekotak masker bedah Rp 3 juta. Akun sumbeRezeki08 menjual masker N95 Rp 1,5 juta. 

Begitu juga di Blibli, sekotak masker N95 dijual Rp 2,1 juta oleh akun Moradolio Store. Akun Best Deal Accesories Corner menjual sekotak masker bedah seharga Rp 450 ribu. 

Chief of Customer Experience Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, perusahaan terus memantau ketersediaan dan harga masker. Ia mendorong, mitra menjajakan produk dengan harga yang wajar dan kompetitif. 

"Hal ini memerlukan peran dan kerja sama dari para penjual. Apabila ditemukan ketidakwajaran harga dibanding biasanya, kami akan segera menonaktifkan daftar produk tersebut dari platform," kata Ferry kepada Katadata.co.id, beberapa waktu lalu (4/3).

(Baca: Tokopedia hingga Bukalapak Respons Harga Masker Jutaan Rupiah)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait