Lima Macam Teknologi Dinilai Bisa Tangani Wabah Virus Corona

Cindy Mutia Annur
11 Maret 2020, 12:04
Lima Teknologi Ini Dinilai Bisa Tangani Wabah Virus Corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Ilustrasi, seorang anak lelaki memperhatikan robot sambil memakai masker di Bandara Internasional Pudong di Shanghai, Tiongkok, Senin (27/1/2020).

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengundang raksasa teknologi seperti Facebook, Google hingga Amazon membahas penanganan virus corona hari ini (11/3). Huawei sampai Xiaomi juga membantu pemerintah Tiongkok mengatasi covid-19. Setidaknya, ada lima perangkat yang diklaim bisa mengatasi virus ini.

Menurut GlobalData Disruptor Intelligence Center, ada lima teknologi yang bisa digunakan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Di antaranya analitik wabah, robot sterilisasi, pemrosesan klaim, pengiriman lewat udara, dan robot percakapan (chatbot).

Analitik wabah (Outbreak analytics) menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Inteligence/AI) untuk mengidentifikasi wabah penyakit dan meramalkan sifat penyebaran virus corona. Alibaba memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi pneumonia.

(Baca: AS Undang Facebook, Google hingga Amazon Bahas Virus Corona Hari Ini)

Selain itu, startup asal Kanada, BlueDot menerapkan AI dan mesin pembelajar (machine learning) untuk mendeteksi covid-19. Algoritma AI ini diklaim dapat menganalisis berbagai sumber seperti laporan berita, platform media sosial hingga dokumen pemerintah guna memprediksi wabah tersebut.

Rbot sterilisasi (sterilisation robots) juga digunakan di rumah sakit. Ketika pasien akan dipindahkan ke zona karantina, teknologi ini dapat mensterilkan virus tanpa campur tangan manusia.

Pengembang robot medis asal Tiongkok, TMiRob mengerahkan 10 robot disinfeksi di rumah sakit besar di Wuhan. (Baca: Karyawannya Positif Corona, Grab Tutup Kantor Singapura dan Thailand)

Kemudian, pemrosesan klaim (claims processing) yang menggunakan blockchain. Teknologi ini diklaim membantu rumah sakit mengefisiensikan waktu pekerjaan bersifat administrasi.

Ant Financial (Alipay) menggunakan blockchain di platform Xiang Hu Bao untuk mempercepat pemrosesan klaim. Teknologi ini juga mengurangi kontak langsung di tengah wabah virus corona.

Pengiriman lewat udara (aerial delivery) seperti penggunaan pesawat tanpa awak (drone). Startup AI asal Singapura, Antwork meluncurkan layanan transportasi udara perkotaan pertama untuk mengirimkan kebutuhan medis ke rumah sakit.

Perusahaan e-commerce asal Tiongkok, JD.com juga menggunakan drone dan robot untuk mengirim barang yang dipesan melalui platform-nya. Hal ini untuk mengurangi kontak langsung guna meminimalkan penyebaran virus corona.

(Baca: Xiaomi dan Ratusan Perusahaan Tiongkok Cari Pinjaman Efek Virus Corona)

Teknologi lain yang bisa digunakan yakni percakapan berbasis AI (chatbot). Perusahaan asal Jepang Bespoke meluncurkan chatbot ‘Bebot’ untuk memberikan informasi terkini terkait virus corona. Hal ini diharapkan membantu pengguna, terutama para pelancong.

Advertisement

Baidu dan Tencent juga membuat platform konsultasi dokter online masing-masing. Lalu, Huawei menggunakan komputasi awan (cloud) untuk memahami susunan genetik virus corona.

Begitu juga dengan perusahaan berbagi tumpangan (ride hailing) Tiongkok, DiDi. Mereka menyediakan layanan cloud gratis untuk penelitian terkait virus corona.

(Baca: Tangkal Corona, JD.com Kirim Paket Pakai Drone & Robot di Tiongkok)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait