Riset: Kalahkan OVO, GoPay Paling Banyak Digunakan Tahun Ini

Fintech DANA dan LinkAja masuk empat besar dompet digital di Indonesia.
Desy Setyowati
27 November 2019, 10:40
riset dailysocial: kalahkan ovo, gopay lebih banyak digunakan sepanjang 2019
ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Ilustrasi, pengunjung melintas di depan restoran makan cepat saji yang terpasang poster promosi diskon aplikasi fintech pembayaran atau "payment gateway" di salah satu mal di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019).

Riset DailySocial menunjukkan, GoPay merupakan dompet digital yang paling banyak digunakan tahun ini. Meski begitu, OVO merupakan layanan teknologi finansial (fintech) pembayaran yang paling dikenal masyarakat sepanjang 2019.

Dari total 651 responden, 83,3% menggunakan GoPay dan 81,4% pakai OVO. Kemudian yang menggunakan DANA 68,2% dan LinkAja 53%. Secara berturut-turut, pengguna Doku, Jenius, Paytren, iSaku, Sakuku, dan Uangku sebesar 19,7%, 16,7%, 13,2%, 12,1%, 10,3%, dan 6,3%.

“Lebih dari 80% orang menggunakan GoPay dan OVO dengan persentase penggunaan yang kompetitif,” demikian dikutip dari laporan Dailysocial, kemarin (26/11).

Responden perempuan yang menggunakan GoPay 84,5%, sedangkan laki-laki 82,3%. Pengguna laki-laki yang memakai layanan OVO 82,8%, dan perempuan 79,5%.

Advertisement

(Baca: Transaksi Tembus Rp 89,5 Triliun, Pengguna Aktif GoPay Terbanyak di RI)

Meski begitu, kesadaran masyarakat terkait layanan OVO (99,5%) lebih tinggi ketimbang GoPay (98,5%). Sedangkan DANA dan LinkAja memperoleh 98,3% dan 84,6%. Yang menarik, DANA baru hadir pertengahan tahun lalu.

Alasan responden menggunakan layanan dompet digital karena percaya akan produknya (81,6%). Lalu, mereka mau memakai produk fintech pembayaran karena butuh (72,2%) dan dianggap kaya manfaat (72,9%).

Pengguna juga menilai dompet digital mudah digunakan (68,3%) dan menghemat waktu (66,2%). Sebagian lainnya menggunakan fintech pembayaran ini karena layanannya lengkap (32,8%).

Dompet digital besutan Gojek ini sudah bekerja sama dengan lebih dari 420 ribu merchant di 390 kota/kabupaten Indonesia, di mana 90% di antaranya adalah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang termasuk pedagang kaki lima, kantin, dan warung kelontong.

(Baca: Jadi Unicorn, OVO Ungkap Peluang Gaet WhatsApp hingga Rencana Bisnis)

Aplikasi OVO telah diunduh lebih dari 115 juta kali. Perusahaan fintech pembayaran ini juga sudah menggaet sekitar 500 ribu mitra penjual di 354 kota Indonesia. OVO pun sudah berstatus unicorn.

DANA telah menggaet lebih dari 30 juta pengguna. Sedangkan LinkAja memiliki 32 juta lebih pengguna dan menargetkan lebih dari 100 juta pengguna dalam lima tahun ke depan.

Riset tersebut melibatkan 651 responden di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Bekasi (Jabodetabek), Bandung, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Sebanyak 50,7% di antaranya berusia 20-29 tahun. Lalu, 24,5% berumur 30-39 tahun dan 19,1% kurang dari 19 tahun. Sisanya berusia lebih dari 40 tahun.

Sebanyak 58,9% responden memiliki pendapatan Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta per bulan. Lalu, 25,8% berpenghasilan lebih dari Rp 5 juta. Kemudian sisanya berpendapatan kurang dari Rp 2,5 juta. Mayoritas responden yang disurvei laki-laki.

Secara keseluruhan, Dailysocial melakukan survei terhadap 787 responden terkait fintech. Dari jumlah tersebut, mayoritas responden mengetahui dompet digital sebagai salah satu fintech ketimbang layanan lain.

(Baca: Ikuti Langkah GoPay, OVO, DANA dan LinkAja Kaji Layanan Paylater)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait