Gandeng BRI, Traveloka Target 5 Juta Pengguna Pakai PayLater Card

Selain Traveloka, Gojek dan Grab merambah pasar keuangan di Asia Tenggara.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
27 September 2019, 13:09
(kiri - kanan) Andrew Tan, Chief Financial Officer for Visa in Asia Pacific; Henry Hendrawan, President, Traveloka Group of Operations; Handayani, Consumer Director, Bank BRI; Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Bidang Manajemen Strategis, Kementerian Pariwisa
traveloka
(kiri - kanan) Andrew Tan, Chief Financial Officer for Visa in Asia Pacific; Henry Hendrawan, President, Traveloka Group of Operations; Handayani, Consumer Director, Bank BRI; Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Bidang Manajemen Strategis, Kementerian Pariwisata; H.E. I Gede Ngurah Swajaya, Kedutaan Besar Indonesia untuk Singapura, sesaat setelah pendantanganan nota kooporasi antara Bank BRI dan Traveloka.

Unicorn Tanah Air, Traveloka bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) meluncurkan PayLater Card. Perusahaan online travel agent ini menargetkan, 5 juta pengguna memakai layanan pembayaran ini.

Pengguna Traveloka bisa memanfaatkan kartu ini untuk bertransaksi di lebih dari 53 juta mitra penjual online dan offline melalui jaringan visa di seluruh dunia. “Kami optimistis, lewat kerja sama ini kami mampu mencapai target 5 juta pengguna PayLater Card pada 2025,” kata President Traveloka Group of Operations Henry Hendrawan dalam siaran pers, kemarin (26/9).

Ia mengatakan, selama ini beberapa pengguna memesan tiket ataupun hotel mendekati hari H. Hal itu terjadi karena konsumen menunggu hingga memiliki dana yang cukup. Alhasil, konsumen mendapat harga yang lebih tinggi atau bahkan tidak memperoleh tiket. “Masalah ini dapat teratasi bila pengguna memiliki alat pembayaran seperti kartu kredit,” katanya.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, PayLater Card menawarkan skema baru pembayaran dan pengalaman unik kepada para pengguna. “Kerja sama co-branding ini sejalan dengan strategi pemasaran kartu kredit kami untuk meningkatkan customer base dan penetrasi pasar di segmen milenial,” katanya.

(Baca: Sistem Cicilan Paylater di Traveloka Tumbuh 50 Kali Lipat)

Chief Financial Officer (CFO) Visa Asia Pasifik Andrew Tan menambahkan, kerja sama ini mendorong perubahan pengalaman membayar bagi para wisatawan. Layanan ini juga menjangkau konsumen yang belum memiliki akses keuangan secara maksimal.

Traveloka sebenarnya sudah menyediakan layanan cicilan atau paylater bagi pengguna yang bertransaksi secara online di platform mereka. Perusahaan mencatat, metode cicilan ini tumbuh 50 kali lipat sejak Mei 2018 lalu. Layanan ini biasanya digunakan untuk memesan tiket pesawat dan produk gaya hidup, seperti tiket bioskop dan kuliner.

Selain Traveloka, dua decacorn yakni Gojek dan Grab lebih dulu merambah pasar keuangan di Asia Tenggara. Grab mendirikan Grab Financial Group pada Maret 2018. Unit bisnis ini berfokus mengembangkan tiga layanan yakni pembayaran, perlindungan, dan pinjaman.

Head of Financial Services Grab Ankur Mehrotra menyebutkan, peluang pasar bisnis keuangan ini 20 kali lebih besar dibanding layanan berbagi tumpangan (ride-hailing). Sebab, ada sekitar 438 juta orang yang tidak memiliki rekening bank di wilayah cakupan Grab, yakni Asia Tenggara.

(Baca: Pengguna Tumbuh 10 Kali Lipat, Traveloka Perluas Layanan Cicilan)

Kendati peluang pasarnya besar, Grab menyasar lebih banyak konsumen dengan menyediakan beragam layanan di Asia Tenggara. “Kami berbicara tentang 20 kali bisnis berbagi tumpangan, dalam hal peluang pasar,” kata Ankur dikutip dari Kr-Asia beberapa waktu lalu.

Di seberang, upaya memperkuat layanan keuangan juga sempat disampaikan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim. “Sekarang lah evolusi GoPay dan layanan keuangan,” kata dia saat meluncurkan logo baru Gojek, yang diberi nama Solv.

Gojek pun mendapat tambahan modal dari Visa pada Juli lalu. Investasi itu masuk dalam putaran pendanaan seri F yang tengah digalang Gojek. Tanpa merinci besaran investasi yang diperolehnya, Gojek berencana menggunakan dana segar itu untuk mempercepat pertumbuhan layanan pembayaran di Asia Tenggara.

(Baca: Babak Baru Pertarungan Gojek dan Grab di Tiga Layanan)

Video Pilihan

Artikel Terkait