Startup Kuliner Milik Putra Jokowi Raih Investasi Rp 28,3 Miliar

Startup kuliner Mangkokku milik putra Jokowi dan Chef Arnold memperoleh dana segar US$ 2 juta dari Alpha JWC. Dana ini akan dipakai untuk ekspansi bisnis.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
23 November 2020, 16:37
Startup Kuliner Milik Putra Jokowi Raih Investasi Rp 28,3 Miliar
Cindy Mutia Annur / Katadata
Startup kuliner Goola dan Mangkokku berkolaborasi meluncurkan flagship store perdana mereka di Kota Kasablanka, Jakarta, 2019

Startup kuliner Mangkokku meraih pendanaan tahap awal (seed funding) US$ 2 juta atau sekitar Rp 28,3 miliar dari Alpha JWC Ventures. Perusahaan rintisan ini didirikan oleh putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, bersama koki atau Chef Arnold Poernomo dan pengusaha Randy Kartadinata.

Gibran dan Kaesang menduduki posisi sebagai penasihat untuk operasional perusahaan. Sedangkan Arnold berfokus pada produksi dan inovasi kuliner. Lalu Randy menjabat CEO.

Dana segar tersebut akan digunakan untuk ekspansi gerai hingga tahun depan. Saat ini, Mangkokku memiliki 22 cabang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Perusahaan juga berencana ekspansi ke Surabaya.

Perusahaan rintisan itu menargetkan 30 gerai pada akhir tahun dan 75 cabang pada 2021. “Mimpi besar kami yakni menjadi grup kuliner mass-market terbesar di Indonesia dan membangun ekosistem sendiri yang terdiri dari berbagai merek dan institusi,” kata Randy dikutip dari siaran pers, Senin (23/11).

Selain itu, Mangkokku ingin menjadi perusahaan kuliner terbaik dalam hal ekspansi lokal dan regional, serta operasional teknis. “Oleh karena itu, kami mengambil rute startup ini dan bekerja sama dengan Alpha JWC Ventures,” ujar dia.

Selama pandemi corona pun perusahaan beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan permintaan konsumen yang berubah. Randy mengklaim, setiap cabang Mangkokku mampu menjual 400 hingga 600 mangkuk per hari.

Arnold Poernomo menambahkan, perusahaan mengadopsi cara pandang bisnis global. Ia menilai, perlu menyediakan produk superior dengan harga terjangkau dan menjaga standar untuk berkembang pesat dan berkelanjutan. “Oleh karena itu, kami mengoperasikan sendiri semua cabang,” katanya.

Mangkokku juga menggunakan peralatan berteknologi tinggi di dapur utama. Ini untuk menjaga kualitas dan konsistensi produk.

Perusahaan tersebut menawarkan hidangan dalam bentuk rice bowl atau nasi dengan lauk di dalam mangkuk. Mereka juga berfokus pada makanan khas Indonesia seperti Endog Kulit Krispi, Beef with Sambal Kluwek, dan Beef with Sambal Korek Bawang Bone Marrow. Harganya mulai dari Rp 19 ribu hingga Rp 54 ribu per porsi.

"Semangat kami pada makanan lokal. Kami percaya, inti dari Mangkokku terletak pada keunggulan hidangan dan inovasi berkelanjutan," kata Arnold.

Sedangkan Alpha JWC berinvestasi ke beberapa startup kuliner, salah satunya Goola milik Gibran. Perusahaan rintisan ini memperoleh pendanaan US$ 5 juta atau sekitar Rp 71 miliar pada tahun lalu. Goola fokus menyajikan makanan dan minuman tradisional khas Indonesia, serta mengusung konsep kios layanan cepat atau grab and go.

Selain itu, perusahaan modal ventura tersebut berinvestasi di Kopi Kenangan dan Lemonilo. "Kami melihat bisnis kuliner menjadi sektor menarik yang dapat memperoleh manfaat dari pemberdayaan teknologi dan investasi," kata mitra Alpha JWC Eko Juniardi. "Kami tidak hanya tertarik pada cara para pendiri membangun merek yang kuat, tetapi juga rencana mereka yang lebih besar untuk perusahaan."

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait