Kredivo Bersiap IPO, Darmin Nasution dan Ketua Kadin Jadi Komisaris

Induk Kredivo menggaet mantan menteri koordinator bidang perekonomian, ketua Kadin, dan eks diplomat AS. Fintech ini berencana IPO di Amerika dan Indonesia.
Desy Setyowati
30 September 2021, 12:49
Kredivo, IPO, fintech, bi,
Katadata/Kredivo
Kredivo

Induk Kredivo, FinAccel berencana mencatatkan saham perdana alias IPO di bursa saham Amerika Serikat (AS), lewat skema merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau SPAC. Startup teknologi finansial (fintech) ini pun menggaet mantan menteri koordinator bidang perekonomian Darmin Nasution.

Darmin ditunjuk sebagai dewan komisaris Kredivo Indonesia. Ia menjabat sebagai menko bidang perekonomian periode 2015 - 2019 dan gubernur Bank Indonesia (BI) pada 2010 - 2013.

Selain Darmin, Kredivo mengangkat Arsjad Rasjid dan Karen Brooks sebagai dewan komisaris. Arsjad pernah bekerja sebagai presiden direktur Indika Energy. Ia juga menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Sedangkan Karen merupakan mantan diplomat AS yang bertugas di staf dewan keamanan nasional di Gedung Putih. Ia dikenal sebagai salah satu pakar kawasan Asia di Negeri Paman Sam.

Karen memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di private equity dan pengelola investasi global.

Dalam pernyataan bersama, ketiganya akan berupaya mempercepat inklusi keuangan di Indonesia lewat Kredivo. “Meski terjadi peningkatan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia masih menjadi salah satu pasar unbanked terbesar di dunia,” ujar ketiganya, dalam keterangan pers, Kamis (29/9).

Saat ini, Kredivo menunggu persetujuan regulator terkait penunjukkan ketiga dewan komisaris baru tersebut.

Selain itu, FinAccel meraih investasi swasta pada ekuitas publik atau private investment in public equity (PIPE) tambahan. Investor induk Kredivo ini yaitu MDI Ventures, Cathay Innovation, dan Endeavour Catalyst ikut berinvestasi ke PIPE.

Dengan begitu, total komitmen PIPE FinAccel lebih dari US$ 125 juta. Perusahaan menyampaikan, pendanaan PIPE tambahan akan semakin memperkuat dukungan dari investor selama proses persiapan IPO.

“Sejak pendanaan pertama MDI pada putaran Seri B FinAccel, kami terus terkesan dengan visi manajemen dalam membangun platform kredit konsumen digital berbasis kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) di Indonesia lewat pemanfaatan data alternatif,” ujar CEO MDI Ventures Donald Wihardja.

“Kami berharap kemitraan strategis dan komersial dengan Kredivo akan terus berkembang secara berkelanjutan dari waktu ke waktu,” tambah Donald. MDI merupakan anak usaha Telkom.

Saat ini, Kredivo melayani hampir empat juta pelanggan. Fintech ini berencana IPO di dua bursa yakni AS dan Indonesia atau BEI.

“Mempertimbangkan kebutuhan capital (modal), kami memilih bursa efek yang deep di Nasdaq. Kami juga pertimbangkan listing di Indonesia dan itu tidak menutup kemungkinan,” kata Co-Founder dan CEO FinAccel Akshay Garg dalam konferensi pers virtual, bulan lalu (3/8).

Ke depan, fokus Kredivo akan mengacu pada tiga prioritas yakni:

  1. Pengembangan produk
  2. Ekspansi ke pasar lain di Asia Tenggara
  3. Menyasar lini bisnis lain.

Melalui IPO, perusahaan berharap bisa melayani masyarakat yang belum memperoleh akses ke perbankan atau underbank. “Sekarang secara resmi kami memiliki penilaian di publik, kami unicorn dan itu bisa dipertimbangkan,” ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait