Bibit hingga Bareksa, 6 Fintech yang Pakai Teknologi Robo Advisor

Investasi berbasis robo advisor belakangan viral di tengah maraknya robot trading bodong. Teknologi diatur dalam POJK Nomor 13 Tahun 2018. Ada 6 fintech yang menggunakan di Indonesia.
Image title
2 November 2021, 18:45
robo advisor, Bibit, bareksa, fintech, ojk, robot trading
Bibit.id
Ilustrasi robo advisor Bibit

Bisnis berbasis robo advisor masuk ke dalam 18 klaster inovasi keuangan digital (IKD) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setidaknya ada enam startup teknologi finansial (fintech) yang menggunakan ‘alat’ ini, termasuk Bibit dan Bareksa.

Inovasi keuangan digital diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2018. Robo advisor merupakan teknologi untuk assessment risk profile investasi secara digital. 

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menyampaikan, OJK meneliti dan mendalami teknologi robo advisor yang digunakan oleh fintech. Jika dinyatakan lolos, penyelenggara inovasi keuangan digital bisa melanjutkan ke proses pendaftaran dan perizinan. 

“Itu akan diatur kemudian,” kata Tongam kepada Katadata.co.id, Senin (1/11).

Advertisement

Dalam laporan Deloitte bertajuk "The expansion of Robo-Advisory in Wealth Management", robo advisor merupakan teknologi yang digunakan untuk melakukan manajemen risiko. Teknologi ini mengandalkan algoritme dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menganalisis data-data terkait investasi.

"Robo advisor akan menganalisis aspek profit, risk appetite, likuiditas hingga memantau dan menyesuaikan portofolio investasi secara real-time," demikian dikutip dari laporan Deloitte.

Dikutip dari situs resmi Bibit.id, ada sejumlah tahapan yang mesti dilalui pengguna dalam menggunakan layanan robo advisor, yakni:

1. Mengisi survei online

Pada tahap ini, robo advisor akan memberikan sejumlah pertanyaan untuk mengetahui profil risiko pengguna. Baru kemudian algoritme bekerja untuk menentukan profil risiko.

2. Membuat rekening untuk menyimpan seluruh dana yang akan diinvestasikan

Rekening ini akan dapat diakses secara otomatis oleh robo advisor untuk menentukan langkah apa yang sebaiknya diambil.

3. Pengelolaan data oleh AI untuk memberikan rekomendasi portofolio investasi terbaik

Apabila pengguna mengizinkan, robo advisor otomatis membeli produk-produk investasi yang sesuai dengan jumlah dana.

4. Penyesuaian portofolio

Ini untuk mempertahankan alokasi optimal seiring dengan perubahan yang terjadi di pasar.

Katadata.co.id merangkum setidaknya enam platform fintech yang menggunakan layanan robo advisor, di antaranya:

1. Bibit

Startup investasi reksa dana Bibit mempunyai layanan robo advisor untuk menganalisis portofolio aset dan menyesuaikan dengan profil pengguna. Ini karena setiap pengguna mempunyai kondisi keuangan dan tujuan investasi yang berbeda.

"Teknologi ini memudahkan investasi secara tepat dan kalkulasi risiko secara cermat," kata CEO Bibit Sigit Kouwaga, pada Juli (5/7).

Bibit telah menggaet lebih dari satu juta pengguna. Selain itu, mencatatkan dana kelolaan Rp 5 triliun

Berdasarkan riset DailySocial, Bibit merupakan aplikasi investasi reksa dana yang paling banyak dipilih di Tanah Air. Sebanyak 35,1% responden dalam riset DailySocial menggunakan Bibit.

2. Stockbit

Berdasarkan laman resmi Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Stockbit merupakan layanan investasi saham. Stockbit mempunyai fitur robo advisor yang mampu menganalisis investasi saham pengguna. Ada juga fitur ‘financial goals’ dan ‘nabung rutin’.

3. Bareksa

Bareksa merupakan marketplace finansial dan investasi terintegrasi. Perusahaan mempunyai lisensi resmi sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD) dari OJK sejak 2016. 

Fintech itu juga memiliki layanan robo advisor untuk membantu pengguna berinvestasi dengan strategi yang tepat.

Kini, Bareksa menjual lebih dari 190 produk reksa dana dari 40 manajer investasi dan memiliki hampir 800 ribu nasabah. 

4. Bambu

Startup asal Singapura ini mengembangkan solusi manajemen kekayaan (wealth management) berbasis robo advisor. Dikutip dari situs resmi, robo advisor milik Bambu mampu mengotomatisasi proses perencanaan keuangan, tabungan dan investasi.

5. Reliance

Reliance merupakan perusahaan yang menyediakan produk keuangan terintegrasi, mulai dari investasi, proteksi, dan pembiayaan.

Pada produk investasi Relinvest, perusahaan mempunyai fitur robo advisor. Ada juga fitur goal based investment.

6. Halofina

Halofina merupakan aplikasi yang bertujuan menjadi asisten keuangan pribadi bagi penggunanya. Halofina juga mempunyai fitur robo advisor dan goal based investment untuk membantu pengguna mengatur keuangan.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait