Terus Bertambah, Ini Daftar Startup PHK, Bangkrut & Tutup di Indonesia

JD.ID dan Shipper melakukan PHK minggu ini. Berikut daftar startup yang memangkas jumlah pekerja, menutup layanan, dan yang bangkrut sejak pandemi.
Desy Setyowati
15 Desember 2022, 11:16
startup, phk, goto, jd.id, shopee, grab
Katadata
Diskusi Katadata Forum dengan tema "Transformasi Indonesia Menuju Raksasa Ekonomi Digital" di Jakarta, pada 2018

JD.ID dan Shipper menjadi startup terbaru yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia. Sedangkan Elevenia menjadi perusahaan rintisan terbaru yang menutup layanan per 1 Desember.

E-commerce JD.ID melakukan dua kali PHK tahun ini. Begitu juga dengan Zenius.

Head of Corporate Communications and Public Affairs JD.ID Setya Yudha Indraswara menyapaikan, perusahaan menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan bisnis digital yang sangat cepat.

“Langkah adaptasi perlu diambil untuk menjawab tantangan perubahan bisnis yang sungguh cepat belakangan,” kata Satya dalam keterangan pers, Selasa (13/12). “Salah satu langkah yang diambil manajemen yakni perampingan agar perusahaan dapat terus bergerak menyesuaikan dengan perubahan.”

Tantangan yang dimaksud yakni kenaikan suku bunga acuan bank sentral di global. Selain itu, gejolak geopolitik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung.

Kemudian Grab akan menutup layanan dapur sewa alias cloud kitchen GrabKitchen pada Minggu (19/12). Divisi ini beroperasi sejak 2018.

“Selama empat tahun beroperasi, terlihat pertumbuhan yang tidak konsisten, serta adanya peralihan menjadi model bisnis aset-ringan,” kata Chief Communications Officer Grab Indonesia Mayang Schreiber kepada Katadata.co.id, pada Oktober (22/10).

“Situasi ini memaksa kami mengambil keputusan sulit, untuk tidak melanjutkan operasi GrabKitchen di Indonesia, efektif mulai 19 Desember,” tambah dia. “Langkah berat ini berdampak langsung pada belasan karyawan Grab.

Selain Shopee, Grab, JD.ID, Shipper, dan GoTo, berikut startup yang melakukan PHK di Indonesia sejak awal tahun yakni:

  1. Xendit
  2. Carsome
  3. Shopee Indonesia
  4. Grab
  5. Tokocrypto
  6. MPL
  7. Lummo
  8. Tanihub
  9. Mamikos (belum ada konfirmasi)
  10. Zenius (dua kali PHK)
  11. JD.ID (Mei dan Desember 30% atau 200 orang)
  12. Line
  13. Beres.id
  14. Pahamify
  15. LinkAja
  16. SiCepat
  17. Yummy Corp (belum ada konfirmasi)
  18. Bananas
  19. Ruangguru
  20. GoTo 12% atau 1.300 orang
  21. KoinWorks
  22. Ajaib
  23. OYO 10% dari total atau 250 orang
  24. Sayurbox 5%
  25. Ula 23% atau 134 orang
  26. Sirclo 8% karyawan
  27. Glints 18%
  28. Shipper 8% atau 65 orang

Sedangkan daftar startup bangkrut di Indonesia sejak awal pandemi corona, yakni:

  1. Fabelio
  2. Sorabel
  3. Stoqo
  4. iFlix
  5. AiryRooms
  6. UangTeman

Lalu, daftar startup yang menutup layanan di Indonesia yaitu:

  1. Hooq
  2. Beres.id
  3. Gojek
  4. Brambang
  5. Mobile Premier League (MPL)
  6. Sayurbox
  7. Tanihub
  8. Trafi
  9. Blocknom
  10. HappyFresh
  11. Traveloka
  12. Bananas
  13. Elevenia

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait