Corona Mewabah, Startup Kesehatan Diramal Makin Diminati Investor

Cindy Mutia Annur
4 Maret 2020, 09:29
Wabah Virus Corona, Startup Kesehatan Diramal Makin Diminati Investor
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji
Ilustrasi, wisatawan menggunakan masker untuk melindungi diri dari wabah virus korona saat berswafoto di distrik perbelanjaan di Seoul, Korea Selatan, Senin (24/2/2020).

Wabah virus corona diprediksi bakal memengaruhi investasi ke startup Indonesia. Namun, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) memperkirakan investor semakin berminat untuk berinvestasi di perusahaan rintisan sektor kesehatan (healthtech).

Ketua idEA Ignatius Untung menilai, layanan startup di sektor kesehatan akan semakin sering digunakan di tengah wabah virus corona. Karena itu, transaksinya bakal meningkat.

Advertisement

“Ketika ada orang yang sakit flu sedikit, lalu khawatir dan panik karena mengira terinfeksi virus corona, mereka langsung bertanya ke dokter melalui aplikasi tersebut," ujar Ignatius kepada Katadata.co.id, Selasa (3/3).

Di Indonesia, ada beberapa startup kesehatan seperti Halodoc, Alodokter, Prixa, GoApotik, dan lainnya. (Baca: Dampak Virus Corona Mengancam Potensi Pendanaan Startup di Asia)

Sebaliknya, investasi ke startup berbagi tumpangan (ride hailing) hingga e-commerce diprediksi terdampak covid-19. Sebab, masyarakat akan lebih berhati-hati membeli barang melalui platform online maupun menggunakan transportasi umum.

Kondisi itu akan berpengaruh terhadap operasional startup berbagi tumpangan seperti Gojek dan Grab, juga e-commerce. Apalagi, pertumbuhan ekonomi diprediksi melambat akibat virus corona yang mewabah di banyak negara.

"Artinya, ada kemungkinan gross merchandise value (GMV) sedikit terimbas dan membuat investor ingin tahu alasan itu turun. Apa karena virus corona atau (startup) tidak diterima oleh pasar," ujar dia.

Meski begitu, menurutnya startup skala besar seperti Gojek dan Tokopedia tidak akan terlalu terdampak virus corona. Sebab, transaksinya sudah terukur. Sedangkan, startup yang masih baru dianggap belum terbukti kinerjanya, maka investor akan meninjau lebih lanjut terkait GMV-nya.

"Secara keseluruhan, pastinya (virus corona) bakal berimbas ke investasi ke startup," ujar Ignatius. (Baca: Unicorn Minim Suntikan, Investasi ke Startup Indonesia Anjlok 40,3%)

Hal senada disampaikan oleh Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri R Sirait. "Ada pengaruhnya (virus corona). Kami harus antisipatif karena ini juga berlaku di semua negara. Selalu waspada dan diharapkan (investasi) bisa berjalan normal kembali," ujar dia.

Halaman:
Reporter: Cindy Mutia Annur
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement