Kemenkop Dorong Banyak Usaha Kreatif Berbadan Hukum Koperasi

"Kami harap langkah ini segera diikuti komunitas lain, seperti (sektor) seni rupa, musik, dan lainnya," tutur Rully Indrawan.
Image title
21 Januari 2019, 13:04
Film Dreadout
Dini Hariyanti | Katadata
Dreadout bakal tayang di 200 layar bioskop mulai 3 Januari 2019 dengan target penonton sedikitnya 1,5 juta orang.

Kementerian Koperasi dan UKM menginginkan pendirian badan hukum koperasi di industri perfilman meluas ke berbagai subsektor ekonomi kreatif lain. Usaha perfilman berbentuk koperasi yang ada sekarang contohnya Infoscreening.

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengatakan, konsultan berskala usaha kecil menengah (UKM) di bidang perfilman tersebut berbadan hukum Koperasi Tri Sakti Bhakti Pertiwi.

"Kami harap langkah itu segera diikuti komunitas lain, seperti (sektor) seni rupa, musik, dan lainnya. (Mereka) menggunakan badan hukum koperasi," ucapnya, di Jakarta, Senin (21/1).

Infoscreening kini menjadi konsultan CJ CGV Cinemas untuk pemutaran film "Kucumbu Tubuh Indahmu" yang disutradari Garin Nugroho. (Baca juga: CGV Cinemas Akan Hadir di 20 Lokasi Baru Tahun Ini

Advertisement

Kemenkop dan UKM menyatakan, badan hukum seperti koperasi merupakan aspek penting dalam praktik bisnis termasuk bagi pelaku UKM. Di bidang ekonomi kreatif sendiri sebagian besar usaha bahkan berskala mikro.

(Baca juga: Lebih 90% Usaha Kreatif Berskala Mikro, Pendapatan Kurang Rp 300 Juta)

"Kami mendukung pelaku industri kreatif bidang film berbadan hukum, apalagi koperasi. Ini agar menyampaikan pesan kepada generasi milenial tentang nilai-nilai budaya Indonesia yang bercirikan kolaborasi, bukan kompetisi," kata Rully.

Menurutnya, proses pembuatan film merupakan salah satu bentuk jalinan kolaborasi tersebut. "Kepada anak milenial saat ini juga perlu disampaikan bahwa koperasi sebagai medium (kolaborasi) insan film," imbuh Rully.

(Baca juga: BI Targetkan 125 Ribu UMKM Go Online, Bisnis Kreatif Makin Cuan)

Sutradara Garin Nugroho menyambut baik kehadiran koperasi di industri perfilman Tanah Air. "Saat ini adalah era film komunitas sehingga sudah tepat koperasi tumbuh bersama komunitas film dengan menggunakan teknologi digital tepat guna," tuturnya.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait