JFW 2018, Ajang Desainer Muda Didikan Abineri Ang Pamer Karya

Jakarta Fashion Week (JFW) dimanfaatkan desainer Abineri Ang untuk memberi kesempatan unjuk gigi bagi desainer muda dari sekolah mode yang didirikannya.
Image title
Oleh Dini Hariyanti
25 Oktober 2018, 12:38
Jakarta Fashion Week 2018
Dini Hariyanti | KATADATA
Abineri Ang (paling kanan) tampil bersama lima desainer muda didikannya di Jakarta Fashion Week 21 - 26 Oktober 2018.

Pada 2000, Abineri Ang memutuskan untuk mendirikan sekolah mode Abineri Ang et Createur Atelier de Mode. Tujuannya untuk mencetak lebih banyak desainer muda dengan keterampilan khusus dan karakter kuat di segmen fesyen gaun malam dan pengantin.

"Mereka semua (siswa didik) fokus pada gaun pesta dan pengantin, bukan produk fesyen ready to wear. Bikin pakaian sehari-hari itu lelahnya sama seperti gaun tetapi untungnya lebih bagus gaun pengantin, ini prinsip dagang," ucap Abineri menjawab Katadata.co.id di sela Jakarta Fashion Week 2018, Jakarta, Selasa (23/10).

Sekolah mode yang didirikan Abineri terus menjadi tempat pelatihan secara langsung bagi siapapun yang ingin menjadi perancang busana. Sebagai guru, pria yang akrab disapa Abi ini meyakini bahwa semua muridnya spesial karena memiliki keunikan masing-masing.

(Baca juga: Riset Jadi Kekuatan Ikat Indonesia Mendesain Fesyen Mickey Mouse

Pada perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) tahun ini, sekolah Abineri Ang et Createur Atelier de Mode menampilkan karya dari lima desainer mudanya. Mereka adalah Isaura, Yusi Irawati, Yuliana Lim, Mellisa The, dan Daniel Fong.

Masing-masing karya dari desainer muda didikan Abineri tersebut diklaim memiliki ciri khas. Rancangan yang mereka pamerkan dalam Jakarta Fashion Week sejalan dengan tema utama yang diangkat sang guru, yaitu beautiful alias cantik.

Yusi Irawati menerjemahkan tema tersebut ke dalam gaun yang tidak berwarna pastel. Tipikal warna ini bagi sebagian orang memberi kesan lembut. "Saya menggunakan banyak warna hitam. Saya ingin tunjukkan bahwa cantik bukan melulu warna lembut," ujarnya.

Sementara itu, Yuliana Lim menampilkan rancangan gaun elegan berwarna merah menyala. Perempuan yang sebelumnya bekerja di bidang finansial ini merasa prosesnya menjadi desainer merupakan keputusan tepat yang sejalan dengan bakatnya.

"Tema saya di JFW ini berangkat dari saya yang terinspirasi warna merah. Saya suka dengan warna ini. Menjadi desainer seperti ini, saya ingin eksplorasi bakat saja," kata desainer yang mengusung jenama Sora Mirielle itu.

(Baca juga: Bisnis di Segmen Fesyen Modest Potensial

Peluang Bisnis

Pesta pernikahan mewah bukan hal baru di Indonesia. Kemewahan biasanya diukur berdasarkan total biaya atas rangkaian resepsi yang digelar. Konsep pesta kontemporer maupun tradisional sama-sama bisa dihelat secara "wah".

Hal tersebut memancing ide kreatif desainer fesyen Abineri Ang untuk melakoni bisnis sebagai perancang gaun malam dan gaun pengantin. Dia tampil dengan jenama Abineri Ang Signature.

Menurut Abi, pesta pernikahan mewah yang kerap dilakoni kalangan selebriti maupun para taipan merupakan celah bisnis bagi desainer fesyen. "Kita beruntung ada di Indonesia terutama Jakarta yang orangnya kalau menikah itu gila-gilaan," katanya.

Oleh karena itu, selepas menyelesaikan studi di Ecole Chambre Syndicale de la Couture Parisienne di Perancis pada 1996, Abineri segera membuka usaha rumah mode khusus gaun malam dan pengantin. Segmen konsumen yang dibidiknya ialah masyarakat kelas ekonomi atas.

(Baca juga: JFW 2018, Label Fesyen Muslim Flamoush Terinspirasi Gaya Harajuku

Abineri Ang adalah salah satu desainer yang tampil dalam Jakarta Fashion Week. Acara bertema Bhinneka dan Berkarya ini berlangsung pada 21 - 26 Oktober 2018 di Mal Senayan City, Jakarta. JFW kali ini menampilkan sekitar 2.600 koleksi terbaru karya 204 desainer dan label nasional maupun internasional. 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait