Berekspresi di Media Sosial, Bebas Tak Berarti Bablas

Lantaran kesan bebas tanpa batas, etika menjadi salah satu hal yang kerap terlupa oleh pengguna media sosial.
Image title
Oleh Sahistya Dhanesworo - Tim Riset dan Publikasi
10 Agustus 2022, 17:02

Keberadaan media sosial alias medsos menciptakan ruang baru bagi masyarakat untuk saling berinteraksi. Adanya media sosial memungkinkan kita untuk terhubung dengan orang-orang tanpa batasan ruang dan waktu.

Pada sisi lain, media sosial juga menciptakan kesan bahwa interaksi yang terjalin di dunia maya berbeda dengan interaksi langsung. Perangkat mengambil bagian besar dalam interaksi yang terjadi di mana kamera menggantikan tatap muka dan ketikan pesan menggantikan lisan. Hal ini pula yang kerap membuat individu melupakan nilai-nilai etika dalam interaksinya di media sosial.

Beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan dalam interaksi di media sosial, antara lain; menghindari ujaran kebencian, crosscheck informasi, menjaga keamanan akun, dan tidak menyebarkan perusahaan atau institusi yang berkaitan dengan diri.

Terkait penyebaran informasi, kita dapat menerapkan prinsip THINK (True, Helpful, Illegal, Necessary, Kind) sebelum berbagi di media sosial. Pastikan informasi yang kita bagikan ke khalayak merupakan informasi yang benar, bermanfaat, tidak melanggar hukum, penting, serta positif.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.