Industri Logam, Mesin & Elektronik Dibidik Tumbuh 4,7% di 2020

Jika target pertumbuhan industri Ilmate tercapai, diharapkan mendorong ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan dalam negeri.
Image title
4 Maret 2020, 13:46
Industri Logam, Mesin & Elektronik Dibidik Tumbuh 4,7% di 2020.
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Petugas beraktivitas di pabrik pembuatan baja Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/10/2019). Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri logam, mesin, alat angkut dan elektronik naik 4,6% tahun ini.

Kementerian Perindustrian  menargetkan industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) tumbuh 4,7% pada tahun ini.  Sejalan dengan pertumbuhan industri, nilai ekspor industri sektor ini diperkirakan dapat meningkat dengan nilai sekitar US$ 38,7 miliar atau setara Rp 551 triliun.

Direktur Jenderal Ilmate Kementerian Perindustrian, Harjanto mengungkapkan pihaknya memiliki sejumlah tantangan dalam mencapai target tersebut. Salah satunya melalui peningkatan investasi.

(Baca: Tangkal Dampak Corona, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekspor Impor)

Padaahal, dari pertumbuhan industri dan investasi sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan serapan tenaga kerja.

Advertisement

“Kami menargetkan tahun ini jumlah tenaga kerja di sektor industri ini lebih dari 2,2 juta orang seiring dengan peningkatan investasi,” kata dia dalam keterangan resmi Selasa (3/3).

Untuk mencapai target pertumbuhan industri,  pemerintahtelah menerapkan sejumkah strategi seperti lewat promosi investasi, meningkatkan sertifikasi kompetensi, vokasi indutri, peninjauan kebijakan, serta mendorong aktivitas penelitian dan pengembangan (litbang) serta desain.

Tak hanya itu, Kemenperin juga memeprkuat implementasi Making Indonesia 4.0 di sektor Ilmate melalui akselarasi penerapan industri 4.0 dan hilirisasi produk unggulan ekspor (high technology product). " langkah ini untuk peningkatan daya saing dan kemandirian sektor Ilmate,” kata dia.

(Baca: Pelaku Usaha Klaim Industri Manufaktur Tumbuh 20% jika Harga Gas Turun)

Pihaknya juga menyatakan siap bekerjasama dengan pemangku kepentingan guna merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta strategis untuk mengembangkan industri dalam menciptakan percepatan pertumbuhan dan nilai tambah.

Kemenperin mencatat, total penanaman modal asing (PMA) sektor Ilmate sepanjang 2019 senilai US$ 4,8 miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp12,3 triliun. Pada tahun lalu, sektor Ilmate memberikan kontribusi terhadap kinerja industri pengolahan nonmigas sebesar 22,11%.

Jika target pertumbuhan industri Ilmate tercapai, diperkirakan akan mendorong ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan dalam negeri. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Januari defisit sebesar US$ 864 juta, membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,16 miliar. 

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, impor pada Januari mencapai US$ 14,28 miliar, sedangkan ekspor hanya mencapai US$ 13,41 miliar. Realisasi ekspor dan impor tersebut turun dibandingkan bulan lalu maupun periode yang sama tahun lalu. 

"Dengan menggabungkan nilai ekspor dan impor, kita defisit sebesar US$ 867 juta," ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin (17/2). 

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait