Tinjau Mendadak Waduk Pluit, Jokowi Cek Alat Penanganan Banjir

Dimas Jarot Bayu
3 Januari 2020, 14:32
Presiden Jokowi melihat-lihat peralatan di Waduk Pluit, Jakarta, Utara, saat mendadak mengunjungi waduk tersebut Jumat (3/1/2020)
BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo tengah meninjau lokasi Waduk Pluit dalam rangka mengantisipasi banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga kini jumlah korban meninggal telah mencapai 47 orang akibat banjir dan longsor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mendadak meninjau Waduk Pluit di Jakarta Utara, Jumat (3/1). Hal tersebut dilakukannya demi memastikan semua alat penanganan banjir yang ada di lokasti tersebut berfungsi secara optimal.

Jokowi berada di Waduk Pluit selama 20 menit sejak pukul 08.55 WIB. Setibanya di sana, Jokowi langsung mengecek sejumlah alat berat yang bersandar di sisi waduk. 

Kepala Negara lalu menanyakan mengenai alat apakah masih berfungsi atau tidak kepada operator. “Ini (alat) enggak jalan?” tanya Jokowi.

(Baca: Korban Jiwa akibat Banjir dan Longsor Bertambah jadi 47 Orang)

Pertanyaan Jokowi lantas dijawab pihak operator bahwa beberapa peralatan sedang off  atau tidak beroperasi. 

Tak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meninjau salah satu rumah pompa yang berada di Waduk Pluit. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi kembali berdialog dengan seorang petugas di sana.

Kepada Jokowi, petugas itu menyampaikan bahwa mesin pompa dalam kondisi baik yang lantas diapresiasi oleh  Jokowi.

“Bagus, bagus,” kata Jokowi sembari mengacungkan jempol.

Secara terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa langkah Jokowi dilakukan untuk memastikan Waduk Pluit dapat beroperasi dengan normal. Sebab, Waduk Pluit berfungsi sebagai tempat penampungan sementara (polder) air dengan kapasitas 3,29 juta m3.

“Waduk Pluit berfungsi sebagai tampungan sementara yang masuk dari Kali Cideng (termasuk Kali Pakin dan Kali Jelangkeng), anak Kali Ciliwung (Kali Besar), dan saluran drainase sekitarnya,” kata Basuki.

Selain itu, waduk ini dilengkapi dengan tiga rumah pompa berkapasitas total 49 m3/detik. Alat pompa tersebut berfungsi mengalirkan air ke laut, khususnya saat banjir dan pasang air laut (rob).

(Baca: Risiko Hujan Ekstrem, Menteri Basuki Lakukan Pendataan Penyebab Banjir)

Advertisement

Menurut Basuki, Waduk Pluit ini melayani daerah seluas 2080 hektare, termasuk di dalamnya pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan. “Waduk Pluit menjadi bagian sistem tata air pada kawasan sekitar Istana,” ucap Basuki.

Untuk diketahui, pengoperasian Waduk Pluit berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Waduk Pluit selesai dibangun dan dioperasikan tahun 1973.

Sedangkan pompa air Waduk Pluitm, mulai dibangun pada 1978 dan selesai pada 1984. Rehabilitasi terakhir terhadap Waduk Pluit selesai dilaksanakan pada 2014.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait