Susi Pudjiastuti Minta Pemerintah Tak Sepelekan Bahaya Corona

Sebelumnya, Jokowi mengutip hasil riset di AS bahwa cuaca panas mempengaruhi kecepatan kematian virus Covid-19.
Image title
29 April 2020, 21:25
Banyak Disepelekan, Susi Pudjiastuti Minta Edukasi Corona Ditingkatkan.
ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti. Susi meminta pemerintah meningkatkan edukasi terkait bahaya virus corona.

Susi Pudjiastuti meminta pemerintah meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya pandemi corona.  Sebab, hingga saat ini masih banyak orang yang menyepelekan wabah tersebut serta dampaknya terhadap masyarakat sekitar. 

Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014 - 2019 ini menyebut, sebagian besar masyarakat belum mengetahui cara mencegah penularan virus corona. "Banyak masyarakat belum tahu dan seharusnya sosialisasi digencarkan supaya kita tahu. Sekarang kita banyak kehilangan tokoh-tokoh masyrakat akibat virus ini, supaya mereka takut dan waspada," kata dia dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (29/4).

(Baca: Misteri Seputar Asal Mula Virus Corona, Banyak Teori tapi Minim Bukti)

Ke depan, dia berharap pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan pernyataan yang terkesan menyepelekan. Sebab, karakteristik masyarakat Indonesia yang sering menyepelekan sesuatu membuat upaya penanganan corona semakin lambat.

Advertisement

"Kadang-kadang masyarakat terlalu menyepelekan penyakit, apalagi ada pesan kalau Covid-19 kena panas matahari akan mati. Jangan disampaikan lagi hal itu, karena akan menambah orang yang menyepelekan persoalan ini," kata dia.

Di sisi lain, pemerintah harus menjaga kondisi psikologis masyarakat agar tak menimbulkan kepanikan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi  penelitian di Amerika Serikat (AS) yang menyebut cuaca panas mempengaruhi kecepatan kematian virus corona Covid-19. Studi tersebut sebelumnya disampaikan oleh pejabat dari Department of Homeland Security AS, William Bryan. 

Penelitian Bryan menyatakan bahwa suhu udara, sinar matahari, dan tingkat kelembaban udara sangat memengaruhi kecepatan kematian virus corona di udara dan permukaan tak berpori. Jokowi mengatakan hasil penelitian tersebut merupakan berita gembira bagi Indonesia. 

(Baca: Tertekan Corona, Maskapai Milik Susi Pudjiastuti Pangkas Gaji Karyawan)

"Karena kita hidup dalam iklim tropis yang suhunya panas, udaranya lembab dan kaya akan sinar matahari," kata Jokowi melalui video yang dirilis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (24/4).

Meski demikian, Jokowi meminta agar masyarakat tak terlena dengan hasil penelitian tersebut. Menurutnya, masyarakat harus terus menjalankan protokol pencegahan corona secara disiplin dengan rajin cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir. 

Selain itu warga juga wajib menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah. Mereka juga diminta untuk bisa menjaga jarak ketika berkomunikasi dengan orang lain. "Yang keempat, tingkatkan imunitas, tingkatkan daya tahan tubuh," kata Jokowi. 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait