Lima Start-Up Peternakan Menangkan JAPFA Feeds The Future Challenge

“Program Japfa ini diselenggarakan sebagai upaya mengembangkan produksi protein untuk tingkatkan ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan peningkatan gizi di Asia,”
Image title
Oleh Ekarina - Tim Publikasi Katadata
3 Agustus 2021, 11:26
Japfa
Japfa

Perusahaan agrifood, JAPFA dan katalis ekosistem teknologi peternakan GROW mengumumkan lima pemenang JAPFA Feeds The Future, sebuah ajang kompetisi perusahaan rintisan (start-up) global yang bertujuan untuk memajukan produksi protein di Asia.

Tiga pemenang (Beakbook, Rakr, dan Sea Warden) mendapatkan proyek percontohan yang didanai penuh oleh JAPFA. Sedangkan dua pemenang lainnya (Insylo dan ZoomAgri) berkesempatan menyempurnakan solusi mereka dalam kolaborasi pengembangan bersama dengan JAPFA. Hal ini merupakan bagian dari upaya JAPFA dalam meningkatkan inovasi dan membentuk cara baru dalam berinteraksi dengan seluruh ekosistem start-up teknologi peternakan di Asia.

Bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-50 JAPFA, JAPFA Feeds the Future yang diluncurkan pada Februari 2021 ini bekerjasama dengan GROW mengidentifikasi dan mendukung para start-up untuk meningkatkan nutrisi, produksi pangan, dan kelestarian lingkungan di Asia melalui solusi inovatif.

Kompetisi ini menggabungkan keahlian operasional JAPFA dalam lima kategori protein di lima pasar Asia dengan misi GROW menjadi pintu gerbang ke Asia bagi para star-tup teknologi peternakan. Hal ini memberi kesempatan bagi  para inovator di bidang pangan dan peternakan dalam memvalidasi dan memperluas cakupan kerja mereka bersama JAPFA sebagai salah satu produsen protein terkemuka di Asia, sebagai pelanggan maupun mitra.

Adapun lima pemenang yang dipilih dari 80 kandidat yang mewakili 25 negara. Solusi yang dihadirkan mulai dari kesehatan hewan dan bioteknologi, hingga otomatisasi, manajemen peternakan digital, teknologi pakan, pemrosesan makanan, dan teknologi rantai pasok.

Tan Yong Nang, CEO JAPFA Ltd mengaku senang dengan kualitas dan jumlah pendaftar, sehingga memutuskan menambah jumlah pemenang dari satu menjadi lima. Bersama perwakilan unit bisnis JAPFA, perusahaan memilih pemenang berdasarkan kecocokan strategi dan dampak dari solusi yang diusulkan terhadap bisnis JAPFA antara lain : kualitas dan keahlian tim, teknologi yang digunakan, kemudahan penerapannya, dan kemampuannya untuk memberikan hasil operasional.

“Kami senang dengan hasil JAPFA Feeds the Future, karena kami sangat percaya, bahwa dengan membantu para start-up mengembangkan ide-ide mereka menjadi solusi yang layak, kami dapat memajukan industri peternakan dan menyediakan  berbagai produk berprotein di Asia,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (2/8).

Para pemenang diumumkan secara resmi selama acara penghargaan virtual di depan para panelis, yakni Richard Koh, CTO Microsoft Singapura; Marco Ganouna, CEO Chronos; Jeffrey Seah, Partner Asia Fund Quest Ventures; dan Phey Teck Moh, Partner AngelCentral. Dalam acara tersebut, kelima pemenang berkesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka kepada para peserta yang terdiri dari manajemen JAPFA, serta para investor dan mitra dari ASEAN.

Berikut profil pemenang JAPFA Feeds the Future :

  • Beakbook (UK) adalah start-up teknologi unggas yang menyediakan pelacakan dan analitik kesehatan secara mandiri. Secara global, karena jejak karbon sektor ini semakin diawasi, solusi berbasis data diperlukan untuk meningkatkan rasio konversi pakan dan mengurangi limbah. Sistem Beakbook diharapkan dapat memperkenalkan pengoptimalan alokasi pakan dan uji coba dengan JAPFA sangat penting untuk validasi skala besar, yang akan diikuti dengan peluncuran secara komersial.
  • Rakr (Kanada) menyediakan peralatan dan informasi kepada para peternak untuk membantu mereka mengendalikan dan memotong biaya operasional secara real-time dengan meningkatkan efisiensi. Hal ini dicapai melalui Rakr NeatMeter, sensor plug-and-play sederhana dan non-invasif, membantu peternakan menjadi lebih hemat energi dan mengurangi perawatan mesin melalui analitik prediktif.
  • Sea Warden (AS) memajukan keberlanjutan makanan laut yang dibudidayakan melalui pengamatan satelit global. Mereka menggunakan teknologi pemantauan jarak jauh untuk memecahkan tantangan data dalam budidaya, dimulai dengan udang. Solusi untuk mengurangi biaya dan kerumitan dalam mengelola beberapa lokasi perternakan, memungkinkan pengguna meningkatkan hasil sekaligus menghasilkan data yang meningkatkan ketertelusuran makanan laut. Sea Warden percaya bahwa inovasinya adalah kunci untuk meningkatkan hasil peternak sembari mempercepat penerapan praktik peternakan cerdas iklim di industri terkait.
  • Insylo (Spanyol) adalah terobosan untuk mengontrol inventaris jarak jauh dari produk bervolume besar yang disimpan di silo dan optimalisasi logistik pengisian ulangnya. Produk ini mulai mendapatkan daya tarik di Uni Eropa melalui pemasok pakan besar yang ingin memantau tingkat stok silo peternakan untuk meningkatkan logistik mereka.
  • ZoomAgri (Spanyol) mengubah pengujian, inspeksi, dan sertifikasi komoditas agrikultur, menggabungkan visi komputer, pembelajaran mesin, dan Internet of Things. Setelah mendigitalkan lebih dari 100 juta jenis kernel, ZoomAgri telah membangun platform terdepan untuk kemurnian varietas (ZoomBarley) dan penentuan kualitas fisik (ZoomAgriSpex) dari berbagai komoditas. Didirikan pada tahun 2017, ZoomAgri saat ini beroperasi di Spanyol, Argentina, dan Australia, dengan pelanggan di 18 negara.

Bagi pengusaha agrifoodtech, ketahui informasi lebih lanjut tentang JAPFA Feeds the Future melalui link berikut: https://www.gogrow.co/JAPFA-feeds-the-future-challenge

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait