Pemerintah Uji Coba Penyaluran Kredit Ultra-Mikro Lewat Sistem Digital

Bagi pemerintah, pembiayaan melalui sistem digitalisasi diharapkan bisa membantu memantau perilaku debitur dalam memanfaatkan dana kredit.
Michael Reily
11 Desember 2018, 19:36
gopay gojek
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah tengah menguji coba penyaluan pemberian kredit ultra mikro (UMi) melalui sistem digital. Terkait fasilitas kredit ini,  pemerintah pun menggandeng tiga Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) atau penyedia uang digital serta satu marketplace  yakni  Go-Pay, T-Cash,  T-Money serta Bukalapak untuk menyalurkan  kredit ultra mikro (UMi) kepada pelaku usaha kecil.

Program ini antara lain bertujuan untuk memudahkan pemberian pinjaman kepada pengusaha kecil yang selama ini sulit memperoleh akses kredit perbankan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan teknologi digital memudahkan penetrasi finansial kepada masyarakat. "Penyaluran lebih cepat serta data penerima jadi lebih mudah untuk dikumpulkan tanpa harus merekrut orang untuk memasukan data lagi," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (11/12).

(Baca: Kredit Ultra Mikro Tersentral di Jawa, DPR Kritik Sri Mulyani)

Advertisement

Menurutnya, melalui program penyaluran kredit ultra mikro ini dapat membuka kesempatan masyarakat untuk berwirausaha, meskipun itu dari tingkatan  usaha terkecil yang selama ini sulit memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).  Dengan kredit ultra mikro, pelaku usaha kecil bisa memperoleh fasilitas pendanaan hingga Rp 10 juta yang disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). 

Program ini juga memberikan para pelaku usaha kecil  pilihanmau mengambil dana secara tunai ataupun berupa uang elektronik yang bisa dibelanjakan untuk membeli bahan baku atau modal usaha.  Misalnya pagi pengusaha kuliner, mereka nantinya bisa membeli bahan makana lewat Go-shop dengan saldo Go-Pay.

Sementara bagi pemerintah, pembiayaan melalui  sistem digitalisasi  diharapkan bisa membantu memantau perilaku debitur dalam memanfaatkan dana kredit.  

Program penyaluran kredit ultra mikro dengan uang elektronik ini masih akan diuji coba hingga tiga bulan ke depan untuk kemudian dievaluasi  lagi efektivitas penyaluran dana kredit menjadi saldo uang elektronik ini.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono menambahkan kredit ultra mikro telah menyasar 608 ribu orang sejak tahun 2017. Program kredit ultramikro menyasar masyarakat yang usahanya tak mampu untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan.

(Baca juga: Pemerintah Andalkan Dua Skema Penyaluran Kredit Rakyat Rp 120 Triliun)

Tahun lalu, pemerintah menganggarkan pendanaan sebesar Rp 1,5 triliun, kemudian melonjak jadi Rp 2,5 triliun pada tahun ini. Rencananya,  pada tahun depan pemerintah akan menganggarkan dana untuk pembiayaan kredit ultramikro sebesar Rp 3 triliun.

Adapun  realisasinya, Kemenkeu mencatat realisasi penyaluran kredit ultra mikro per 23 November 2018  telah mencapai sebesar Rp 1,67 triliun, atau telah mencapai sekitar 88% dari  dengan target realisasi penyaluran tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun.  Sementara itu  untuk proyek uji coba penyaluran kredit ultra mikro ke saldo elektronik ini pemerintah akan mengalokasikan Rp 500 miliar.

"Kita tetap buka kemungkinan apabila masih ada lembaga keuangan bukan bank untuk ikut dalam penyaluran pembiayaan ultra mikro, ," katanya.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait