Indonesia Kendaraan Terminal Target Laba Bersih Tumbuh 30% Tahun Ini

Proyeksi kinerja IPPC pada 2020 sejalan dengan prediksi industri pertambangan dan perkebunan yang mulai membaik.
Image title
2 Januari 2020, 18:40
Indonesia Kendaraan Terminal Target Kenaikan Laba Bersih 30% Tahun Ini.
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Petugas PT Indonesia Kendaraan Terminal melintas di samping mobil yang siap diekspor. IPPC menargetkan laba bersih tahun ini naik 30% dibanding 2019.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menargetkan kenaikan laba bersih 25%-30% tahun ini menjadi Rp 156 miliar. Target tersebut dipasang lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya sebesar 5%-10%.

Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Micheal menilai, proyeksi kinerja perseroan pada 2020 sejalan dengan perkiraan industri pertambangan dan perkebunan yang mulai membaik. Sehingga, dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tersebut.

"Pendapatan laba bersih 2019 diperkirakan tumbuh 5-10%, kami meyakini masuk akan bahkan konservatif. Kami yakin 2020 akan lebih baik," ujar Joshua dalam laporannya, Kamis (2/1).

(Baca: Indonesia Kendaraan Terminal Serap 80% dari Dana IPO untuk Beli Aset)

Apalagi Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat pada tahap satu akan rampung.  Dengan begitu, IPCC bisa menjadi salah satu operatornya, dengan membangun konsorsium dengan pihak ketiga.

Untuk menangkap peluang tersebut, IPCC tengah berupaya menjalin kerjasama dengan operator terminal mobil dari luar negeri.

Dengan begitu, pihaknya memperkirakan ada penambahan kapasitas terminal menjadi satu juta unit, dari kapasitas saat ini 780 ribu unit. Untuk ekspansi kapasitas tersebut, perusahaan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 200 miliar sepanjang 2020. 

Hingga kuartal III 2019, IPCC mencatat penurunan laba bersih sebesar 24,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu menjadi Rp 111,36 miliar. Selain itu, pendapatan operasi perusahaan tercatat sebesar Rp 359,52 miliar, atau turun 6,33%.

Beban pokok perusahaan hingga September 2019 tercatat Rp193,88 miliar, atau naik 19,04% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

(Baca: Pendapatan Jasa Terminal Turun, Laba IPCC Anjlok 24%)

Joshua berpendapat, penurunan laba perseroan pada 2019 disebabkan dari kinerja sektor pertambangan, pertanian, dan infrastruktur yang masih melemah. Sehingga berdampak negatif terhadap throughput (hasil) ekspor-impor alat berat.

Tercatat volume throughput alat berat hingga November 2019 hanya sebesar 11.954 unit, atau turun 39,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (year on year/ yoy) yaitu 19.825 unit.

"Harga komoditas yang lemah berdampak negatif terhadap throughput heavy equipment IPCC, yang menyumbang 25% dari total pendapatan hingga kuartal ketiga 2019," ujar Joshua.

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait