Dukung Transisi Energi, Shell Pasang PLTS di SPBU dan Bangun SPKLU
Shell Indonesia berusaha mendukung era transisi energi dunia ke penggunaan energi yang lebih bersih melalui pemasangan panel surya atau pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tujuh lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di tiga kota, yakni, Tangerang, Surabaya dan Jakarta.
Di Tangerang, Shell memasang panel surya di SPBU Alam Sutera, Gading Serpong, dan Graha Raya. Selain itu, di wilayah Bogor ada SPBU Soleh Iskandar dan Tol Jagorawi. Sementara di Kota Jakarta dan Kota Surabaya masing-masing ada di SPBU Pluit Selatan dan SPBU Kertajaya.
Adapun PLTS yang terpasang mampu menghasilkan 212 MWh energi listrik per tahun. "Diharapkan dapat membantu penurunan emisi karbon sebanyak 116 ton emisi CO2," kata VP Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (24/5).
Selain di SPBU, Shell Indonesia juga menggunakan PLTS di pabrik pelumas di daerah Marunda dengan total kapasitas 1535 KWp selama tiga tahun ke depan. Penggunaan panel surya di seluruh fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi emisi karbon sebanyak sekitar 1.600 ton per tahun.
Sebagai bagian dari program keberlanjutan yang menjadi prioritas di lingkungan SPBU, Shell Indonesia menyediakan tempat pembuangan sampah botol plastik dan mengajak pelanggan untuk bersama-sama turut serta mengatasi permasalahan limbah plastik di Indonesia.
Saat ini, tempat pembuangan sampah botol plastik telah tersedia di 25 SPBU Shell yang tersebar di DKI Jakarta, Tangerang dan Bandung. Botol plastik yang terkumpul selanjutnya akan dibawa dan diproses oleh mitra organisasi pengelola sampah yakni Rekosistem, Danone, dan Octopus di fasilitas daur ulang mereka masing-masing.
"Komitmen ini sejalan dengan strategi Powering Progress yang dicanangkan oleh Shell secara global untuk mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan net-zero emission di tahun 2050," sambung Susi.
Selanjutnya, untuk mendorong inovasi energi dan mobilitas di kalangan anak muda, sejak tahun 2010 Shell menyelenggarakan program Shell Eco-marathon yang mengajak mahasiswa untuk menciptakan kendaraan hemat energi dan inovasi-inovasi yang mendukung mobilitas masa depan.
Saat ini, Shell memiliki 184 SPBU yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Dari ratusan SPBU yang ada, Shell Indonesia kini mengoperasikan tiga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berlokasi di SPBU Shell Pluit, Antasari dan Jagorawi.
Susi mengatakan pemilihan lokasi SPKLU tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan area dengan karakteristik wilayah yang berbeda.
"Daerah Pluit itu di pemukiman, di Antasari itu karakteristik jalan yang sehari-hari dilalui untuk commuting, dan di Jagorawi itu di jalan tol," ujarnya.
Susi menambahkan, SPKLU Shell Recharge menawarkan pengisian daya 50kW dengan rata-rata proses pengisian daya dari 0-80% dalam waktu sekitar 30 menit. Saat ini, pelanggan dapat melakukan pengisian daya kendaraan listrik dengan membeli paket Recharge seharga Rp. 85.000.
"Adapun untuk rencana penambahan SPKLU, kami terus mencermati pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan untuk memperluas jaringan SPKLU di lokasi lain," tukasnya.
Sebelumnya Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia Dian Andyasuri mengatakan bahwa pihaknya ingin bertumbuh kembang dengan industri tanah air guna mendukung percepatan transisi energi. Dukungan tersebut salah satunya dengan menghadirkan produk yang ramah lingkungan.
Ini sejalan dengan program Shell powering progress untuk mempercepat transisi bisnis menuju target net zero emissions. Ia memastikan produk yang dihasilkan juga memiliki jejak karbon yang minimal untuk dipakai industri.
"Kami terus berkomitmen untuk agenda rendah karbon," ujarnya tahun lalu, Rabu (5/5/2021). "Guna mendukung upaya pemerintah mengejar target bauran energi baru terbarukan (EBT) 23% pada 2025. Shell juga telah memasang PLTS atap di beberapa SPBU dan pabrik pelumas."
Manager Shell Indonesia Joel Schriven menambahkan setidaknya ada beberapa strategi untuk berkontribusi terhadap pencapaian target target net zero emissions 2050 Shell.
Strategi tersebut mencakup peningkatan pasokan produk yang lebih ramah lingkungan seperti biofuel, hidrogen, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta menyimpan sisa emisi karbon dengan menggunakan teknologi atau alam.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa akan ada emisi yang tidak bisa dihindari ataupun dikurangi yang terlepas ke atmosfer. "Oleh sebab itu, ada mekanisme kredit karbon. Satu kredit karbon mewakili penghindaran atau penghilangan satu ton karbon dioksida dari atmosfer," ujarnya.
Shell juga berinvestasi hingga ratusan juta dolar per tahun untuk kredit karbon dari konservasi alam dan restorasi ekosistem di seluruh dunia. Shell juga memiliki meja perdagangan karbon di California, London, Shanghai, dan Singapura yang telah menerapkan pasar karbon sukarela serta portofolio yang berkembang secara global.
