Profil Duo Hartono, Orang Kaya Indonesia Jajan Saham Sarana Menara

Intan Nirmala Sari
5 Agustus 2022, 09:25
Orang kaya, sarana menara, inspire me, saham TOWR
ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/wsj.

Orang kaya Indonesia, sekaligus bos Grup Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono kian memperdalam "cakarnya" di bisnis menara telekomunikasi. Melalui PT Dwimuria Investama Andalan, Duo Hartono tersebut menambah kepemilikan sahamnya di PT Sarana Menara Nusantara Tbk. 

Mengutip keterbukaan informasi perusahaan di laman Bursa Efek Indonesia, Dwimuria Investama Andalan berencana melakukan tender sukarela untuk saham dengan kode emiten TOWR. Adapun jumlah saham yang diraup sebanyak-banyaknya 2,55 miliar lembar, dengan harga pelaksanaan Rp 1.300 per saham.

Dengan begitu, bos Grup Djarum tersebut berpotensi merogoh kocek hingga Rp 3,3 triliun. Adapun harga yang dibeli itu, berada di atas rata-rata harga acuan 28,7 % atau harga premium. Sebelumnya, Dwimuria Investama hanya mengantongi 100 ribu lembar saham TOWR, sehingga lewat aksi korporasi mendatang, kepemilikan saham Dwimuria akan meningkat ke kisaran 2,55 miliar lembar saham.

Sementara itu, aksi korporasi saham TOWR tersebut memiliki hubungan afiliasi, lantaran Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono merupakan pemegang saham Dwimuria Investama Andalan. Sementara itu, Victor Rahmat Hartono dan Martin Basuki Hartono yang bertindak sebagai pemilik manfaat perusahaan di TOWR, merupakan anak dari Robert Budi Hartono

Berdasarkan catatan RTI Business, pemegang saham pengendali Sarana Menara per Juni 2022 adalah PT Sapta Adhikari Investama (SAI), bagian dari Grup Djarum. Porsi kepemilikan SAI pada saham TOWR sebanyak 54,42 % atau sekitar 27,8 miliar lembar saham. Sementara, masyarakat menguasai 42,5 % atau sekitar 21,6 miliar lembar saham emiten menara telekomunikasi tersebut. Adapun masuknya Dwimuria Investama melalui tender sukarela, memungkinkan kepemilikan saham TOWR beralih 5 % ke tangan Duo Hartono.

Mengenal Duo Hartono Grup Djarum

Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono merupakan pemegang tahta Grup Djarum, generasi kedua, sekaligus masuk jajaran orang kaya di Indonesia. Michael lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 1941 dan memiliki nama Cina, Oei Gwie Siong. Dia mengenyam pendidikan di Kudus, dan sempat melanjutkan ke Universitas Diponegoro, Semarang. Namun pada 1963, dia kembali ke Kudus saat pabrik Djarum yang dikelola ayahnya, Oei Wie Gwan terbakar pada 1963.

Usai kebakaran dan kepergian sang ayah, Michael bersama adiknya Robert Budi Hartono membangun kembali Djarum, dan sukses membawanya sebagai produsen rokok kretek terbesar di Indonesia. Seiring perjalanan waktu, di bawah duet Hartono bisnis Djarum mulai menggurita ke sektor lain. Melansir buku Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches karya Leo Suryadinata, bisnis Djarum masuk bidang tekstil, elektronik, furniture, keuangan, perbankan (Bank Hagakita) dan properti (PT Bukit Mulia).

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...